Aku
lirik jam di dinding kamarku, 10:10 PM. Ini waktunya.
Aku segera beranjak ke balkon kamarku. Desir angin dan kepengapan yang
sama.
Iya tak pernah ada yang berbeda. Walau hujan turun atau tidak, tetap
saja,
desir angin dan kepengapan itu yang Aku rasakan. Aku diam, terduduk pada
sofa
yang sengaja aku letakkan di balkon kamarku. Aku sapukan pandanganku ke
semua
arah yang bisa aku gapai. Tak kutemukan apapun, seperti biasanya. Aku
ambil telepon genggamku, untuk menghadirkanmu dalam malamku. Aku mulai
malam ini denganmu,
"Sudah siapkah mendengar ocehanku?"
“Selalu siap tanpa kamu memintapun.”
“Sekarang Aku tak punya alasan untuk kembali menulis.”
“Kenapa?”
“Karena kini, menulis adalah tentang kamu … “
“Kenapa?”
“Karena kini, tak kutemukan lagi kamu dalam ingatanku …”
“Kenapa?”
“Karena pencarianku tentang kamu berakhir pada hati ini, bukan lagi pada ingatan … Aku hanya ingin kemarin. Ketika menulis bukanlah hal TENTANGMU. “
“Jadilah kini dan nanti … menulis”
“Mustahil … “
sumber gambar: google


0 comments:
Post a Comment