Monday, February 18, 2013

Cermin

"Pada akhirnya Aku memang harus menyerah. Kenyataan yang membuatku melemah, dan hanya impian di siang hari yang membuatku terus kuat berjalan di jalan ini ... tapi itu hanya angan semu. Sesemu kenyataan yang pada akhirnya Aku temui."

"mmm .. "

"Berulangkali Aku katakan padamu, jangan pernah tanya masa lalunya ... "

"Karena jika Kau tanya masalalunya, kamu mempunyai masalah dengan masalalunya. Itukan?"

"Iya. Dan ternyata sekarang, Aku punya masalah dengan masalalunya. Untuk itu Aku tutup seluruh akses yang bisa membuat masalah ijni terus melebar."

"Apakah kamu?"

"Iya, banyak hal yang ingin aku tanyakan tentang masalalunya dan masakininya, tapi itu hanya sekedar menjadi draft-draft yang tersusun di otakku. Tanpa bisa aku utarakan sejelas dan sanyata tulisan-tulisan yang aku buat. Aku merasa tak berhak menanyakan apapun tentang semua hal yang berkaitan dengan Dia dan Dia."

"Aku selalu mendukung segala keputusanmu. Kuatkan diri, karena waktu tidak berhenti di saat kamu terjatuh."

Aku tersenyum pada bayangan di cerminku. Inilah kegemaranku selain menulis. Berbicara pada bayangan di cermin. Terkadang itu lebih melegakan dibanding berbicara dengan orang lain ...

0 comments:

Post a Comment

© K U P A N 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis