Saturday, February 16, 2013

MENGOSONGKAN

"Kamu takut?"

"Iya, takut jika pada akhirnya harus melupakan."

"Kenapa?"

"Karena harus segera mengosongkan dan mengisinya dengan yang baru."

"Terlalu beratkah untuk mengosongkan?"

"Sangat. Dan berharap mampu ... "

"Bukankah nantinya yang baru pun tetap pilihan hatimu?"

"Iya, dan pilihan-Nya, dan yang terbaik."

"Kamu benar!"

"Aku memang tak pernah salah." Kamu terkekeh. "Ada yang salah?"

"Tidak, Kamu selalu benar."

"Memang"

"Kenapa masih bertahan seperti ini? bukankah akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengosongkan jika kamu terus mengisinya?"

"Karena Tuhan masih memilihkannya, hingga saat ini."

"Darimana Kamu tahu?"

"Entahlah ..."

"hhh ... "

"Terkadang, sebuah pertanyaan berjawab pada satu pusara, takdir Tuhan. Aku hanya merasakan, tapi mungkin tidak selalu benar, tapi mungkin tidak salah juga."

"Hidup ini memang serumit benang kusut, tapi jika kita memasarahkan untuk dirapihkan, maka akan sangat berguna. Begitupun hidup, jika kita memasrahkan kehidupan kita, Tuhan, Yang Maha Segalanya, akan membantu merapihkannya."

Aku kembangkan senyumku. "Hanya itu?"

"Aku tak sepandai kamu dalam menguntai kata ... "

Kami tertawa. "Temui Aku lagi ... suatu saat, disaat sudah terisi dan pengosongan itu telah selesai."

"Darimana Aku tahu?"

Tak ku beri jawaban. Aku segera bangkit dan pergi ...

0 comments:

Post a Comment

© K U P A N 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis