Showing posts with label Curcol. Show all posts
Showing posts with label Curcol. Show all posts

Thursday, September 18, 2014

Wanitalah Wanita

Harusnya jam segini udah tidur. Ceritanya lagi ada program yang mengharuskan tidur 8-10 jam setiap hari. Hehee. Gak pengen bahas program itu si. Sedang tergerak untuk menulis aja. Ngeluarin unek-unek setelah mendengar "kabar bahagia".
Gue terlahir sebagai anak perempuan yang penurut dan percayaan sama orang. sampai akhirnya ketemu sama sosok tengil yang ngajarin gue buat jadi "orang yang gak percayaan" atau bahasanya si tengil "waspada". Ada benernya juga si. Tapi gak selamanya nguntungin juga. Gara-gara gue yang jadi sosok "waspada" akhirnya sampe saat ini gue belum punya pacar. *LOH, nyalahin !!! padahal emang gak ada aja yang mau sama gue. buahahahaaa*. Oke, kembali ke topik gue jadi sosok yang "waspada". Mmm .. *lagi nyari sambungan cerita*. Gini, sebagai seorang perempuan gue paham betul (BACA : SOK TAHU) gimana rasanya "patah hati" *gini-gini, walopun gue belum pernah pacaran, gue udah sering patah hati, hahahaha*. Dunia berasa runtuh. Sesek banget, ngeliat kecengan jalan sama pacarnya .. duuh.

Yaampun .. ini tulisan bener-bener rancu banget. sama kaya otak gue -____-

Sebenernya mau nulis ini aja sih :

Jika wanita tetap diam dalam sakit hatinyanya. Itu bukan karena tak perduli dengan rasa sakit. Tapi karena sedang menyangga hati yang mulai koyak.
Tersenyum. Dalam matanya ada segumpal air yang tertahan. Air mata.
Diamnya bukan karena kuat. Terlalu lemah untuk mengungkapkan.
Mengeja dalam kegelapan. 
Menyanyi dalam kebisuan.


Thursday, December 5, 2013

Cerita Sore-Sore

Setelah dua bulan lamanya gada postingan baru *tarik nafas dalam-dalam*. Sebenernya gak libur buat nulis, menghentikan aktivitas menulis itu sama aja kaya menghentikan ngemil pisang *cari aja sendiri keterkaitannya dimana ya,hehe*
Dua bulan terakhir ini lagi sibuk banget ngurus buat persiapan wisuda. Hahaaha. Ini lebay? Mungkin iya. Tapi buat saya sendiri, ini menyenangkan. Diawali dengan nyari-nyari desain kebaya, dari mulai mantengin blog-blog fashion sampe ngubek-ngubek toko buku, dan ngegambar-ngegambar sendiri *tapi setelah liat gambarnya malah jadi ngeri sendiri, fantasi yang terlalu dahsyat*. Sampai akhirnya nemuin desain yang pas. Mungkin karna saya orang yang cukup "rewel" kalo udah berhubungan dengan model baju yang satu ini, "kebaya". Selalu ngerasa gak nyaman make baju yang ngetet-ngetet di badan. Ya karna sadar aja, lah badan saya ini gak semontok julia perez. hehe. Berlanjut nyari kain yang cocok. "Kayanya lucu ya buk kalo seragaman",  akhirnya nyari kain bertiga sama Bapak dan Ibu. Lumayan lama, ya diskusi warna, diskusi motif. Sampe akhirnya ke tukang jahit. Dan nunggu jahitan sambil terus berdoa, semoga gak kegedean. hehe. 
Itu persiapan buat wisuda. Gimana buat nikah? gitu mikirnya? Ya ndak tahu, lah wong saya belum pernah nikah, hehehe. 
Sebenernya isi postingan ini gak mau bahas persiapan wisuda, itu selingan aja, barangkali pada nanya dua bulan terakhir ini saya sibuk apa. muehehe. sok ngartis.

"Abis wisuda mau ngapain?" tanya bapak di suatu malam
"Mau kerja, mau punya uang yang banyak" jawab saya tegas
"Kerja itu jangan karna uang, kesiksa. Kerja itu ya karna seneng." Nasehat Ibu
"Iya juga si, kalo udah punya uang juga bingung uangnya buat apa. Kalo Ibu sama Bapak kan uang hasil kerja buat aku sama adek" Jawab saya polos
"Lah, uang kok buat apa. Yaudah buat ibu." Timpal Ibu
"Kalo udah punya uang, dishodaqohin. Jangan lupa sama anak yatim, itu titipan." Bapak saya ini adem bener omongannya. "Jadi mau kerja aja? gak mau ngelanjutin sekolah lagi?" tanya bapak lagi. Masih belum mendapatkan jawaban dari anaknya ini, Bapak ngejelasin tentang sekolah lagi, kerja, dan segala hal lainnya.
"Sekolah lagi aja Pa." Secepat itukah saya berubah pikiran. Iya, saya emang terkenal plin-plan dan hobi bingung. Mudah dipengaruhi tapi masih punya prinsip. Perencana ulung yang mudah stres kalo apa yang sudah direncanakan tertiup angin kegagalan. Iya begitulah saya, masih harus banyak belajar. Masih harus banyak memperbaiki diri. Ditambah suka ngupil bersihin hidung dari kotoran-kotoran jahat.
"Gada yang maksa lo mbak. Ini hidup mbak, mbak yang ngejalanin sendiri. Kita cuma ngasih pandangan. Bukan karna kita lebih pinter. Lakuin apa yang dipengenin bukan karna orang lain" Ibu menambahkan.
Rasanya malem itu cuma pengen nangis bingung. Kenapa sampai juga di titik ini. Titik dimana segala halnya harus menentukan sendiri, Apa yang mereka katakan bukanlah lagi pilihan yang harus saya pilih, tapi hanya sebuah pandangan. Pilihan pun harus saya sendiri yang buat. Rasanya belum siap sampai di tahap ini. 
"Iya insha Alloh yakin. Bukan karna Ibu atau Bapak. Tapi karena saya masih ngerasa harus belajar lagi. Ilmu yang saya dapet masih kurang."

Saya mulai merasa sedikit ringan dalam melangkah ke depan. Saya sudah tahu apa yang akan dituju. Iya saya tahu. Mulai lagi saya menyusun rencana hidup saya. Menuliskan semuanya. Rencana Hidup :)

Dan hari ini, rencana itu mulai terombang-ambing oleh angin kebaikan yang entah membaikkan atau tidak. Led BB saya menyala. menandakan ada pesan masuk. Setelah berdialog cukup panjang dengan rekan baik saya itu. Saya ditimpa kebingungan dan mulai cemas. Emang apa isinya? Disuruh ngelamar kerja di tempat bimbel. What? Itu doang? Kok drama banget? Yakali dibawa nyantai. Harusnya gitu, tapi dengan sangat menyesal. Ini gak bisa nyantai. Di draft rencana saya, saya mulai mendaftar ke sekolah-sekolah atau tempat bimbelan itu setelah diwisuda. Lagian sekarang ngapain? nganggur kan? Kalian gak akan ngerti *lari kepojokkan dan nangis sesenggukan*
Saya : "Gen, percaya intuisi?"
Suragen : "Percaya"
Saya : "Kamu percaya enggak, kesempatan bakal dateng cuma sekali?"
Suragen : "Percaya. Tapi kesempatan yang lebih baik selalu datang."

Sedikit demi sedikit saya berusaha mencerna. Apa yang kita rencanakan belum tentu baik menurut Alloh, TAPI, rencana yang sudah kita rencanakan itu sudah dipastikan sesuai dengan kesanggupan kita baik secara fisik dan mental. Memasuki tahap sebagai "pekerja", bukan hanya uang yang dicari, tapi kenyamanan dan rasa senang dalam melaksanakan semua amanah. Kesempatan selalu datang, tapi akan selalu ada kesempatan yang lebih baik. 

Jadi intinya saya nulis apa sih? Hahahaha ya baca aja sendiri, cerna sendiri dan temukan sendiri, apa yang bisa didapat hehehe :p

salam sayang penuh rindu untuk seluruh tokoh yang saya tulis di postingan kali ini :*



Saturday, March 16, 2013

Friday, October 12, 2012

QUESTION

mau ikutan kaya ifa ah hahaha Question ala Ifa


Orang tuamu tidak tahu kalau kamu...
Sering bolos les bahasa inggris gara-gara latian silat
Emosi kamu naik kalo... 
Laper
Kamu galau kalo..
Ngantuk 
Kalo kamu kembali ke masa kecil, kamu akan... 
Les biola dan rajin les nari
Teman SMA mu tidak tahu kalo kamu... 
Suka pusing di kelas
Kamu akan merasa menyesal kalo... 
Gak berguna buat orang lain
Kamu tidak suka kalo... 

Orang disekitar gak pada menjadi diri sendiri
Kamu memendam perasaan kalo...
Suka sama orang
marah atau nangis? 
Nangis
Sayuran atau seafood? 
Sayuran
Putih atau Merah

Putih
coklat atau es krim?
Es Krim 
sinetron atau reality show?
 reality show
musik atau olahraga?
 musik
nikah muda atau nikah tua?
 nikah muda, amiin :D
baca atau nonton? 
baca
drama romantis atau drama keluarga?
 drama keluarga
serial drama korea atau film jepang?

 film jepang
Laut atau gunung?
Laut
Travelling atau Shoping?
Travelling
Desainer atau Peniulis?
Penulis
Perhatian atau Diperhatiin?
Perhatian
Kopi atau Teh?
Kopi

Wednesday, October 10, 2012

Nanti

Apakah kamu tau aku takut dengan kata nanti? Takut bahwa nanti itu tidak akan pernah ada. Tidak akan pernah kita temukan. Nanti itu hanya akan jadi rencana yang selamanya akan menjadi rencana. Rencana yang tak kunjung ada nyatanya. Nanti yang akan tetap menjadi nanti, yang tak akan pernah menjadi apapapun selain nanti.

Saturday, September 29, 2012

Untuk Kamu

Selamat Pagi Kamu ..
Terbuat dari apa pagimu hari ini?
Pagiku terbuat dari empat lembar roti yang aku olesi mentega tanpa susu dan coklat ataupun selai serta satu gelas penuh yogurth rasa strawberry.
Bagaimana tidurmu semalam?
Yang aku dengar, Tuhan menjaga tidurmu semalam, semoga kamu merasakannya.
Apakah kamu akan beraktivitas hari ini?
Aku hanya berharap Tuhan selalu melancarkan seluruh kegiatanmu, dan menyelipkan kebahagian dalam kegiatanmu.
Pagi ini aku menemukan tulisan yang sangat mewakili apa yang aku pikirkan. aku putuskan untuk mengutipnya, untuk kamu ... rasa malas terlalu mendominasi pagiku ini.

...
Masuklah ke kedai kopi terdekat dan pesanlah kopi yang jadi favoritmu,
supaya kau bisa bilang padaku bagaimana aku harus membuatkan kopi untukmu.
Pergilah ke toko kue langgananmu dan pilihlah apa yang jadi kesenanganmu,
supaya kau bisa cerita padaku tentang rasa kue yang pas di lidahmu.
Datanglah ke toko musik di salah satu sudut kotamu dan dengar baik-baik lagu yang kau kenang sepanjang waktu,
supaya kau bisa menyanyikannya untukku di setiap penghujung hariku bersamamu.
Bermainlah sepuasnya dengan teman-temanmu dan ingat baik-baik kebahagiaan itu,
supaya kau bisa membaginya kelak dengan anak-anak dan aku.
Mendekatlah pada ibumu dan beri dia pelukan terbaikmu,
supaya kau bisa memberiku pelukan yang sama eratnya ketika aku membutuhkan itu.
Kamu,
istirahatlah ketika tersesat tapi jangan lupa datang padaku.
Kelak, jika tiba waktumu dan aku bertemu,
bawa semua hal itu sebagai hadiahmu untukku.
Dan kalau kamu sudah siap memulai lagi perjalananmu,
kuberi satu petunjuk untukmu :
kau cukup berjalan lurus saja untuk bisa sampai kepada hatiku.

...
sumber : http://somewordsofme.wordpress.com



Friday, September 21, 2012

Homesick



Hari yang hadir terasa lamban dijalani
Ombak kerinduan itu pecah, tertabrak karang kehampaan
Miliaran bulir kerinduan berarak di pantai kesendirian
Elemen lain tak dapat teraba, tertutup olehnya
Sinar kehangatan terasa ada
Iringan syahdunya doa terasa nyata
Cinta kasih masih terbina
Keluarga, segalanya
© K U P A N 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis