Bukan pada rangkaian kataku, aku mencintai-Mu. Tapi pada lakuku, aku mencintai-Mu. Tuhan. Maka getarkan pengingat ini, hatiku, jika laku tak sejalan dengan aturan-Mu. Kitab Suci agamaku Aku memuja-Mu, maka aku bersujud dan bersimpuh memohon ampunan. Tak ada untaian kata yang paling indah didengar selain doa yang kupanjatkan pada-Mu.
Aku berdosa, dan ampunilah. Hanya dalam naungan-Mu hati ini terjaga. Maka naungilah hati yang rapuh ini dari segala prasangka yang menjadi pengotor lakuku.
Jika yang terjadi dalam hidupku adalah penyelamat untukku. Maka bisikkan pada telingaku, dan mudahkan Aku mendengarnya. Jika tak Kau bisikkan, tunjukkan pada mataku, dan mudahkanlah Aku melihatnya. Jika tak kau perlihatkan, maka tanamkan dalam hati ini, agar Aku merasakannya. Agar prasangkaku pada-Mu tetap terjaga dalam kebaikan.
Lirih sunyi kupanjatkan dalam malam panjang pada setiap waktu yang disebut hari. Bibir ini terkunci, hanya derasnya air mata yang selalu membasahi pesujudanku.
Selamatkan orangtuaku yang menanggung segala salah pada masaku kini. Dan terus giring aku dalam kebaikan abadi-Mu, agar imamku tak menanggung salah akibat lakuku.
Aku bukan wanita baik, tapi aku terus belajar untuk menjadi baik.
Untuk-Mu, Tuhan. Agar matiku menjadi tidur panjang yang menyenangkan hingga terbangun pada surga indah yang Kau janjikan.

0 comments:
Post a Comment