Aku, terbuat dari
miliaran sekon dan jutaan lembar takdir. Dalam miliaran sekon itu semuanya
terisi bahagia. Dan dalam jutaan lembar takdir itu terisi syukur . Rahimmu yang
menjadi pintu waktu mulai berjalan. Pintu surga, Ibu.
Aku yang hingga kini masih memberatkan bahumu.
Tapi bahumu begitu kuat menahan semua salah yang aku ciptakan. Bahumu adalah
pintu hidupku. Pintu surga, Ayah.
Happy wedding anniversary, Ayah Ibu.
Semoga, merupakan jodoh
dunia dan akhirat. Dan aku, sebagai salah satu penyebab kalian menempatinya,
Surga Tuhan yang Indah.
Terimakasih atas contoh
dan panutan. Semoga kelak aku pun dapat merasakan kehidupan indah seperti
kalian.


0 comments:
Post a Comment