Sunday, May 26, 2013

Drama

Disaat aku sudah tidak menemukan alasan untuk bersamamu, jiwaku semakin terikat padamu.
Entah, entah apa, entah disebut apa.
Entah, entah apa, entah harus apa.
Menanti, menanti hati yang tak kunjung berhenti, mencari dambaan hati, pada yang tak tahu diri, sungguh sangsi pada yang terjadi, ya ini, harus dilalui.

Gulali … “ sapa seorang lelaki yang kemudian duduk di depanku.
Berapa?” Tanyaku
Cukup satu yang tak pernah habis manisnya …
Diterima.” Aku pasang tampang centilku.
Hahaha .. cukup, hentikan!

Harusnya itu yang kamu katakan pada dirimu sendiri. Bukan padaku. Hentikan! Hentikan! Cukupkan sekian. Bahkan kamu pun tak pernah mengerti arti semua hadirku ini. Kamu tak pernah bisa membedakan keadaan nyataku dengan lakonku pada drama yang sedang berjalan ini. Sudah seperti itu saja, berakhir pada babak yang tak ada peranku di dalamnya, drama.


0 comments:

Post a Comment

© K U P A N 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis