Sunday, September 9, 2012

berjalan

"berjalan", emang kita berjalan sambil berharap sama Tuhan. toh misalkan suatu saat harus terhenti, itu semua kehendakNya dan pasti terbaik buat kita :) *mengutip*


Menjalani suatu hubungan tanpa status selalu dianggap tidak wajar. bahkan beberapa oknum menganggap bahwa hubungan jenis ini merugikan pihak perempuan. tidak salah memang, karna perempuan selalu mempertimbangkan dengan hatinya yang amat perasa dan terkadang prasangkanya yang lebay. menjalani hubungan tanpa status itu memang susah, perempuan harus legowo, itu menurut oknum yang berpendapat demikian. kenapa harus legowo? ya karena cowok itu lebih gampang berpaling hatinya, apalagi kalo gak keiket sama yang namanya status. jadi kalo gak legowo, kembali perempuan-perempuan juga kan yang sakit hati, galau berkepanjangan.  
disitulah titik permasalahannya, hubungan yang dilandaskan hanya karena status akan sangat menyiksa, karna status itu akan dijadikan senjata, semacam tali (emang tali senjata? ahh lupakan). status itu dijadikan alat pengikat. nah, parahnya kata "pengikat" di sini diartikan dalam kondisi sebenarnya. perintah sana-sini, larangan ini--itu, ahh menyiksa. segala gerak-gerik kehidupannya diikat oleh aturan dari tiap personil pasangan tersebut. 
menjalin hubungan dengan tiap elemen kehidupan itu harus berdasarkan atas asas kenyamanan bukan hanya karena status. ketika kenyamanan itu sudah terlahir, maka kebahagiaan lah yang akan selalu dituai. tidak ada larangan ini-itu, tidak ada perintah sana-sini. tetap menjadi masing-masing individu yang seutuhnya dan seadanya. bukan lagi individu yang diada-adakan. dan yakinlah ketika individu itu sudah merasa nyaman dalam menjalani hubungannya, dia pasti sadar akan dirinya, tanpa perlu lagi larangan dan perintah.
akan tidak bijak rasanya jika status hanya dijadikan tameng agar perempuan tidak sakit hati dan galau berkepanjangan. buktinya ketika sudah berstatus pun tak jarang perempuan sakit hati dan galau berkepanjangan. 
Pengharapan-pengharapan yang diagungkan dan didewakan itu jangan ditujukan pada makhluk ciptaanNya, tapi padaNya lah.  Akan lahir kecewa ketika pengharapan itu kita pundakkan pada makhluk ciptanNya. Dan lahirnya rasa kecewa itu sebenarnya bukan dari orang lain, tapi dari kita sendiri. ya kita sendiri.
Ketika hubungan tanpa status itu harus dihentikan di suatu titik yang sebenarnya bukan harapan kita, maka berbahagialah, karena kita pernah mengalami fase hidup terindah, tidak terkebiri oleh rasa ingin mengikat. membebaskan orang yang kita sayang, itu jauh lebih baik. 

Tapi hubungan dengan status itu akan jauh lebih indah, tidak dengan status sebagai pengikat yang sebenarnya tapi pengikat yang membebaskan :)




Disaat Tuan pingsan di atas ranjangnya :)

4 comments:

  1. semua perjalanan hubungan baik dengan status maupun tanpa status (*ngutip kata-kata kamu, padahal menurutku penisbahan status tak semudah ngupil hehe :D) akhirnya pasti akan terhenti. namun ada dua pilihan apakah akan terhentikan oleh pengikat yang membebaskan atau oleh pembebasan untuk mengikat yang lain. dan keduanya tidak ada yang salah.

    tulisan yang bagus :)

    ReplyDelete
  2. wah, komennya lebih bagus dari tulisannya, jadi minder ni hehe :)
    gak sebagus tulisan kamu, haha :p

    ReplyDelete
  3. tulisan kamu makin berat nih.. duh, sujud deh nih... :D

    ReplyDelete
  4. sujud mah sama Alloh :p
    ayo dong kamu nulis lagi .. duh kayanya aku lagi galau gitu ya, hahaha produktif banget ni ..

    ReplyDelete

© K U P A N 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis