Begini, silahkan berbicara padaku, dengan clue, otak atau hati.
Berbicara dengan otakku, maka kamu akan mendengarkan ini:
Beruntungnya aku menjadi seorang wanita yang tingkat kerasionalitasnnya sangat tinggi. Yaa, jika dibandingkann dengan wanita lain, menurut aku. Titik. Otak aku inilah yang masih menopangku untuk melanjutkan kehidupan. Drama-drama yang ditayangkan didepan mata, membuatku mual dan muntah. Ini sangat teatrikal. Melihat banyak wanitabodoh dan laki-laki bodoh yang terkebiri oleh perasaan cinta yang berlebihan. Melihat drama-drama cinta yang lahir di hidupku sendiri. Aku tertawa keras di dalam otakku. Karena suatu masa aku pernah menjadi wanita bodoh itu. Untuk apa menangisi hal yang sudah membuat kita sakit, lelah, dan hal buruk lainnya. Itu miris.
Berbicara dengan otakku, maka kamu akan mendengarkan ini:
Beruntungnya aku menjadi seorang wanita yang tingkat kerasionalitasnnya sangat tinggi. Yaa, jika dibandingkann dengan wanita lain, menurut aku. Titik. Otak aku inilah yang masih menopangku untuk melanjutkan kehidupan. Drama-drama yang ditayangkan didepan mata, membuatku mual dan muntah. Ini sangat teatrikal. Melihat banyak wanita
Cinta yang berlebihan. sangat tidak masuk akal. Untuk apa rela menangis untuk orang yang tidak lagi mencintainya. Perkara cinta itu seharusnya mudah, karena cinta itu sederhana.
Tuhan, jujur aku bertanya padamu. Apakah Kau benar-benar memeluk semua doa wanitabodoh itu? Apakah Kau juga membahagiakan lelaki bodoh itu demi wanita yang rela melihat lengkungan senyum di bibir lelaki bodoh itu? Ini semua begitu aneh. Seluruh kerasionalitasan yang aku miliki pun tak bisa mencernanya.
Tuhan, satu pertanyaan yang tak terjawab. Kenapa ada wanitabodoh yang dengan mudahnya menjalin hubungan cinta dengan sangat mudah? Itupun hanya karena gombalan-gombalan busuk yang dilayangkan lelaki bodoh itu.
Entah drama-drama apalagi yang akan aku saksikan dan aku jalani. Satu harapan yang selalu aku harapkan untuk terijabah dan Kau peluk, seperti harapan dari wanitabodoh yang selalu menghujaniMu dengan doa-doa agar lelaki bodoh itu bahagia, adalah aku tetep bisa menggunakan otakku untuk menjalani segala drama yang akan terjadi di kehidupanku.
Berbicara dengan hatiku, maka kamu akan mendengarkan ini:
Begitu mulianya perempuan, dan kemuliaan perempuan itu ada pada kelemahan hatinya. Itu menurutku. Coba sedikit merenung. Manusia dan binatang yang mempunyai kelamin sama dengan perempuan,- sebutan yang biasa manusia simbolkan untuk seonggok daging yang berakal dan menghasilkan onggokan daging kecil berakal hasil perkawinan-, itu mulia. Manusia dan binatang sama-sama bisa menggauli jenisnya, sama-sama bisa bersosialisasi dengan lingkungannya, sama-sama makan dan minum, hanya terbedakan oleh akal. Lantas apakah binatang yang berkelamin perempuan juga mempunyai kelemahan hati? IYA. Itu menurutku, tak setujupun boleh. Seekor ayam yang berjenis kelamin perempuan, akan melindungi anaknya ketika anak-anaknya bermain dan mencari makan. Itu adalah bentuk kelemahan hati. Berbeda dengan ayam yang berkelamin laki-laki, setelah mengawini ayam yang berjenis kelamin perempuan itu dia akan pergi. Seperti tidak terjadi apa-apa. Tak perlu lagi aku mencontohkan kelemahan hati perempuan. Karena hal itu telah banyak kau saksikan sendiri.
*agak melebar, tapi aku hanya ingin menulis itu*
Kelemahan hati yang dimiliki perempuan ini pernah aku rasakan, aku mulia. Tak perlu heran, karena aku adalah perempuan. Segala drama-drama yang aku saksikan dan aku alami pun pernah masuk ke dalam tempat ini, hati. Semua hal yang telah masuk ke hati akan berkembang, membesar. Terkadang aku juga heran, berisi apa hati itu? apakah berisi minyak tanah? dan masalah itu bola karet, sehingga ketika masalah itu masuk ke dalam hati, masalah itu akan berkembang, membesar. Dan itulah yang menyebabkan perempuan sering disebut lebay. Aku pun tak pernah mengerti mekanisme hati bekerja. Sehingga ketika aku mulai mengenal cinta –ah akupun tak mengerti makna dari cinta– dan cinta itu lebih memilih masuk ke dalam hati dan mengendap. Aku menjadi wanita yang tidak pintar. Yang selalu menangis dalam tiap doa, bukan menyesali segala dosa yang pernah aku lakukan. Tapi untuk mendoakan laki-laki yang masuk ke dalam kehidupan cinta yang mulai aku alami. Galau ketika cinta yang aku agungkan ini bertepuk sebelah tangan, gundah ketika mendengar bahwa laki-laki yang aku cintai menjalin hubungan dengan wanita lain. Merasa bingung ketika hatinya dan hatinya yang lain merasakan hal yang sama, kita ada dalam frekuensi yang sama. Merasa terus tersenyum ketika melakukan hal dengannya. Membayangkan bisa tertawa bersama, menertawakan burung yang bisa terbang. Itu semua karena kemuliaan perempuan, kelemahan hati.
Inilah aku, bukan dalam bentuk ada. Akupun sering dibuat jengah dari pertikaian otak dan hati. Kafein itulah yang menghanyutkan segala kejengahan menjadi bentuk kotoran lain yang aku tak mau sebut namanya. Dan aku akan nyaman.
... Merasa menjadi wanita yang bukan wanita, yang kadang bingung untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan cinta.
Tuhan, jujur aku bertanya padamu. Apakah Kau benar-benar memeluk semua doa wanita
Tuhan, satu pertanyaan yang tak terjawab. Kenapa ada wanita
Entah drama-drama apalagi yang akan aku saksikan dan aku jalani. Satu harapan yang selalu aku harapkan untuk terijabah dan Kau peluk, seperti harapan dari wanita
Berbicara dengan hatiku, maka kamu akan mendengarkan ini:
Begitu mulianya perempuan, dan kemuliaan perempuan itu ada pada kelemahan hatinya. Itu menurutku. Coba sedikit merenung. Manusia dan binatang yang mempunyai kelamin sama dengan perempuan,- sebutan yang biasa manusia simbolkan untuk seonggok daging yang berakal dan menghasilkan onggokan daging kecil berakal hasil perkawinan-, itu mulia. Manusia dan binatang sama-sama bisa menggauli jenisnya, sama-sama bisa bersosialisasi dengan lingkungannya, sama-sama makan dan minum, hanya terbedakan oleh akal. Lantas apakah binatang yang berkelamin perempuan juga mempunyai kelemahan hati? IYA. Itu menurutku, tak setujupun boleh. Seekor ayam yang berjenis kelamin perempuan, akan melindungi anaknya ketika anak-anaknya bermain dan mencari makan. Itu adalah bentuk kelemahan hati. Berbeda dengan ayam yang berkelamin laki-laki, setelah mengawini ayam yang berjenis kelamin perempuan itu dia akan pergi. Seperti tidak terjadi apa-apa. Tak perlu lagi aku mencontohkan kelemahan hati perempuan. Karena hal itu telah banyak kau saksikan sendiri.
*agak melebar, tapi aku hanya ingin menulis itu*
Kelemahan hati yang dimiliki perempuan ini pernah aku rasakan, aku mulia. Tak perlu heran, karena aku adalah perempuan. Segala drama-drama yang aku saksikan dan aku alami pun pernah masuk ke dalam tempat ini, hati. Semua hal yang telah masuk ke hati akan berkembang, membesar. Terkadang aku juga heran, berisi apa hati itu? apakah berisi minyak tanah? dan masalah itu bola karet, sehingga ketika masalah itu masuk ke dalam hati, masalah itu akan berkembang, membesar. Dan itulah yang menyebabkan perempuan sering disebut lebay. Aku pun tak pernah mengerti mekanisme hati bekerja. Sehingga ketika aku mulai mengenal cinta –ah akupun tak mengerti makna dari cinta– dan cinta itu lebih memilih masuk ke dalam hati dan mengendap. Aku menjadi wanita yang tidak pintar. Yang selalu menangis dalam tiap doa, bukan menyesali segala dosa yang pernah aku lakukan. Tapi untuk mendoakan laki-laki yang masuk ke dalam kehidupan cinta yang mulai aku alami. Galau ketika cinta yang aku agungkan ini bertepuk sebelah tangan, gundah ketika mendengar bahwa laki-laki yang aku cintai menjalin hubungan dengan wanita lain. Merasa bingung ketika hatinya dan hatinya yang lain merasakan hal yang sama, kita ada dalam frekuensi yang sama. Merasa terus tersenyum ketika melakukan hal dengannya. Membayangkan bisa tertawa bersama, menertawakan burung yang bisa terbang. Itu semua karena kemuliaan perempuan, kelemahan hati.
Inilah aku, bukan dalam bentuk ada. Akupun sering dibuat jengah dari pertikaian otak dan hati. Kafein itulah yang menghanyutkan segala kejengahan menjadi bentuk kotoran lain yang aku tak mau sebut namanya. Dan aku akan nyaman.
... Merasa menjadi wanita yang bukan wanita, yang kadang bingung untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan cinta.
10:42 am
Ditepi bulan, disaat waktu akan pulang tiba
Ditepi bulan, disaat waktu akan pulang tiba

0 comments:
Post a Comment