Bayangan itu nyata. Nyata, senyatanya ada.
Dan bayangan itu dekat, sangat dekat.
Karena itulah bayangan selalu hadir untuk yang sendiri.
Bayangan itu nyata hadirnya di atas hari yang cerah. Walau tak pernah bersuara, bukan menghilangkan nilai. Karena bayangan itu berarti.
Iya berarti.
Berarti hidup.
Tidak, berarti mati juga.
Sentuh saja, karena bayangan itu ada, begitu adanya. Ketika tak merasakan apapun jangan pernah kecewa. Alirkan saja apa yang dirasa, Bayangan akan tetap memantulkannya. Ketika kecewa yang terasa, itulah pantulan hati yang dirasa. Kecewa pada diri sendiri. Bukan karena bayangan, tapi karena diri sendiri kecewa itu lahir.
Kecewa karena angan yang tak pernah terdampar pada kehidupan realita yang ada dan dijalani.
Begitupun jika bahagia yang mengalir ketika menyentuh bayangan. Pantulan dari hati yang dirasa.
Bahagia karena masih bisa berangan di dunia yang bernama realita.
Journal SPF menanti untuk diselesaikan :)

0 comments:
Post a Comment