Saturday, September 29, 2012

Untuk Kamu

Selamat Pagi Kamu ..
Terbuat dari apa pagimu hari ini?
Pagiku terbuat dari empat lembar roti yang aku olesi mentega tanpa susu dan coklat ataupun selai serta satu gelas penuh yogurth rasa strawberry.
Bagaimana tidurmu semalam?
Yang aku dengar, Tuhan menjaga tidurmu semalam, semoga kamu merasakannya.
Apakah kamu akan beraktivitas hari ini?
Aku hanya berharap Tuhan selalu melancarkan seluruh kegiatanmu, dan menyelipkan kebahagian dalam kegiatanmu.
Pagi ini aku menemukan tulisan yang sangat mewakili apa yang aku pikirkan. aku putuskan untuk mengutipnya, untuk kamu ... rasa malas terlalu mendominasi pagiku ini.

...
Masuklah ke kedai kopi terdekat dan pesanlah kopi yang jadi favoritmu,
supaya kau bisa bilang padaku bagaimana aku harus membuatkan kopi untukmu.
Pergilah ke toko kue langgananmu dan pilihlah apa yang jadi kesenanganmu,
supaya kau bisa cerita padaku tentang rasa kue yang pas di lidahmu.
Datanglah ke toko musik di salah satu sudut kotamu dan dengar baik-baik lagu yang kau kenang sepanjang waktu,
supaya kau bisa menyanyikannya untukku di setiap penghujung hariku bersamamu.
Bermainlah sepuasnya dengan teman-temanmu dan ingat baik-baik kebahagiaan itu,
supaya kau bisa membaginya kelak dengan anak-anak dan aku.
Mendekatlah pada ibumu dan beri dia pelukan terbaikmu,
supaya kau bisa memberiku pelukan yang sama eratnya ketika aku membutuhkan itu.
Kamu,
istirahatlah ketika tersesat tapi jangan lupa datang padaku.
Kelak, jika tiba waktumu dan aku bertemu,
bawa semua hal itu sebagai hadiahmu untukku.
Dan kalau kamu sudah siap memulai lagi perjalananmu,
kuberi satu petunjuk untukmu :
kau cukup berjalan lurus saja untuk bisa sampai kepada hatiku.

...
sumber : http://somewordsofme.wordpress.com



Saturday, September 22, 2012

Hanya Aku

"sudah..sudah. kamu tak perlu merasa seperti itu. doakan saja aku akan baik-baik saja. sudah dari awal aku katakan, pergilah jika kau mencintai selain aku"

"akan sekuat itukah kamu?"

"semoga, dan aku akan selalu mencoba untuk kuat. untuk tetap menghentikanmu di aku pun, aku tak punya alasan. bahkan sedari awal aku mencintaimu pun aku tak punya alasan." aku tersenyum

"kamu selalu begitu. bodoh"

"cinta memang tidak bisa dijelaskan, itu kata sujiwo tejo" aku tertawa

"tapi aku akan tetap menyayangi kamu"

"terima kasih"

"jika aku akan kembali padamu, apakah kamu akan menerimanya?"

"tentu, kenapa tidak? berkelana lah wahai pangeran cinta. berhentilah jika kau sudah menemukannya"

"kamu masih tetap seperti itu. tidak pernah bisa serius. bahkan untuk suatu hal yang mungkin orang lain akan bersedih pun kamu selalu mencoba untuk tertawa. maafkan aku"

"aku tak ingin membagi sedihku tuan. biar aku dan Tuhan saja yang tau. mungkin nanti malam aku akan menangis sepanjang malam, mungkin besok aku akan murung, ya karena aku sudah tidak lagi di hatimu"

"aku begitu merasa berdosa. aku mulai sadar. aku tidak pantas untukmu"

"ketika kamu berbicara seperti itu, makna yang tersampaikan adalah bahwa aku yang selama ini tidak pantas disimpan di hatimu"

"tidak."

"maka jangan katakan itu pada wanita lain. biarkan hanya aku yg pernah mendengarnya."

"kamu ...apakah boleh aku tidak melepaskan kamu dari hatiku?"

"dua hati dalam satu jiwamu?"

"iya, seperti itu. aku mencintai kamu dan dia"

"..."

"kenapa diam? apakah kau tidak mau?"

"apakah kamu tidak merasa egois? akan ada yang merasa tersakiti. dan jangan samakan aku dengan wanita lain. ketika aku bilang iya pun, apakah wanita lain yang kamu cintai itu mampu menjalaninya?"

"entahlah, dia wanita yang sangat jauh berbeda denganmu. dia tentu lebih cantik darimu. untuk beberapa hal dia jauh lebih wanita dari kamu. untuk selama ini dia perhatian, sama sepertimu. dia juga pintar. ya, dia selayaknya wanita"

"haha .. apa maksudmu lebih wanita daripada aku?" aku daratkan pukulan sayang ke bahumu, kamu hanya meringis drama sambil mengelus bahumu

"iya, dia menggunakan perasaannya secara maksimal. itu tentu jauh lebih wanita dibandingkan kamu, yang dengan otak kecilmu itu kamu merasakan sesuatu. kadang aku merasa aneh denganmu, kadang akupun bertanya, apakah selama ini kamu benar-benar menyukaiku? mencintaiku?"

"aku memang wanita bodoh tapi aku bukan wanita tolol, yang bilang suka dan cinta pada semua lelaki. harusnya kamu tau itu. ketika aku katakan itu padamu, itu tandanya aku benar-benar suka dan cinta padamu. apakah aku harus mengucapkannya setiap hari wahai tuan yang tak kalah bodoh?" kami tertawa , benar-benar tertawa

"itulah kamu. terkadang untuk beberapa hal keyakinan itu harus ditumbuhkan dengan cara pengulangan . termasuk hal tentang cinta, sayang"

"ah masa? tanpa adanya pengulangan disitulah kepercayaan dan keyakinan sedang diuji"

"teori kamu selalu bagus. tapi bagaimana jika lupa?" kami tertawa kembali

"Cinta bukan lupa. Tapi pemerhati. Jangan pernah kamu menganggap cinta melupakanmu. Dan tak pernah menghampirimu. Cinta tak akan pernah kemana-mana. Dia akan melekat pada dirimu, memperhatikanmu dan memberimu jalan saat kau percaya kepadanya.... karya ASIR."

"wouw"

"itu kutipan dari buku yg pernah aku baca"

HP kamu bergetar, ada satu panggilan masuk. kamu langsung mengangkatnya. Aku tidak memperhatikan kamu, aku mengaduk cola float yang sudah bertambah volumenya, es mencair. aku menikmati cola float itu tanpa sedikitpun tertarik mendengar apa yang sedang kamu perbincangkan dengan lawan bicaramu di telepon. aku layangkan pandanganku ke arah lain. tak ada yang menarik untuk aku komentari. kamu mengakhiri pebincangan via seluler itu.

"kamu tau siapa yang menelepon tadi?"

"entahlah" aku benar-benar tidak perduli, ujarku dalam hati.

"dia wanita lain yang telah mengambil hatiku. dia memintaku menemuinya petang ini"

"dan dia sepertinya akan memintamu untuk memberikan kejelasan sikapmu kepadanya."

"iya sepertinya begitu. maafkan aku, sayang"

"kalaupun ada yang harus dimaafkan. akulah orangnya. dari dulu aku takut untuk berstatus. dan dengan kamu takut itu hilang. tapi ada beberapa hal yang harus aku selamatkan. harusnya kamu tau. dan terimakasih untuk beberapa tahun yang telah kita lalui. menjaga, meyakini, tanpa sadar satu sama lain menyakiti. mencintai, menyayangi ..." kembali aku kembangkan senyuman

tanpa aku duga sebelumnya, tanganmu melayang ke kepalaku. memukulnya dengan sangat pelan. aku meringsut, tapi tetap saja aku terkena.

"harus kamu tau. inilah kali pertamanya aku merasa bisa bebas bercerita dengan orang lain, tentang hal yang salah, tentang hal yang menyakitkan untuk orang yang bersangkutan."

"aku merasa tersakiti. tapi disisi lain aku merasa bahagia. sayangilah wanita itu, dan doakan aku, agar aku selalu kuat menjalani hari yang pastinya akan berubah, yaa pasti akan berubah. dan semoga aku siap akan perubahan itu" nada bicaraku mulai sedikit berubah, ada kesedihan yang tidak bisa aku sembunyikan. ah, kenapa datang terlalu cepat rasa sedih ini.

"sisi wanitamu mulai keluar, sayang"

"jadi kamu akan pergi malam ini?" 

"tentu saja nyonya ... aku akan menemui wanita cantik itu. doakan aku ya sayang" kamu mengatakannya dengan sangat bersemangat. dan entah mengapa aku tersenyum melihatnya, dan rasa sedihku pun  mulai memudar

"baiklah tuan, semoga malam ini kamu sukses. dan wanita itu mau menerima tawaran kamu membagi cintamu untuk aku dan dia." aku tertawa " pergilah sekarang, aku ingin membaca novel yang baru aku beli, aku hanya ingin cola float ini saja yang akan menemaniku"

"minumlah air putih. tak baik terlalu banyak meminum minuman kesukaanmu itu. dan apakah ketika aku tinggalkan, kamu akan memikirkanku? menebak-nebak apa yang akan terjadi padaku petang ini? apakah kau akan bersedih setelah aku tinggalkan kamu?"

"jangan banyak bertanya, tentu saja jawaban semua itu iya"

"baiklah aku akan pergi, akan aku pesankan air mineral untukmu. kamu yakin pulang sendiri?"

"terimakasih. iya tuan .. ayo cepat sana pergi, berdandanlah untuk menemui wanita itu"

"aku pergi, hati-hati, sayang"

kamu pergi meninggalkan aku dan minumanku. kamu benar-benar memesankan air mineral itu. dan aku melanjutkan aktivitasku membaca dengan ditemani air mineral yang kau pesankan.

***

Hpku bergetar, ada sms yang masuk. dan itu ternyata kamu. hanya menanyakan kabar. sejak pertemuan kita di tempat makan itu aku tak berani lagi menghubunginya, bahkan untuk menanyakan apakah kamu sudah berstatus dengan wanita itu atau belum. aku benar-benar takut. aku membalasnya dengan biasa saja, padahal aku ingin sekali menanyakan banyak hal yang berkaitan dengan kamu. apakah pagi ini kamu sudah sarapan? apakah yg sedang kamu kerjakan? ahh, terlalu banyak, tapi pada akhirnya aku urungkan. takbiasnnya kamu mengajakku keluar, biasanya selalu aku yang mengajak untuk bertemu, ya inilah kali pertamanya sejak kita dekat kamu mengajakku keluar. pasti ada sesuatu hal yang penting. aku iyakan ajakanmu.

***

"apa kabar?"

aku tertawa "baik, kamu?"

"aku juga baik" kamu tersenyum

"bagaimana dengan wanita itu?"

"dia baik-baik saja"

"apakah sekarang kamu bahagia?"

"sejak bersamamupun aku selalu bahagia"

"..."

"aku sudah membicarakan kejelasan sikapku pada wanita itu."

"lantas, bagaimana reaksinya?"

"dia menerima"

"syukurlah" aku bahagia, dan reflek aku mengangkat tanganmu, mengguncang-guncangkan tanganmu, aku tersenyum bahagia

"jika begitu adanya, aku dengan senang hati menerima traktiran cola float untuk hari ini" aku tertawa

"baiklah"

"ceritakan"

"cerita apa?"

"iya bagaimana dia membangunkanmu tiap paginya, bagaimana dia mengucapkan selamat tidur, apakah dia selalu mencemburui kamu? ceritakan" 

"fantasi kamu harus dijaga, nyonya"

aku terdiam

"apakah kamu tidak ingin mengetahui kejelasan sikap seperti apa yang aku utarakan pada wanita itu?"

"aku tau. kamu mencintainya, dan maukah dia menjalin status denganmu. iya kan?"

kamu tertawa "soktau"

aku bingung. ada yang salah dengan kamu. iya ada yang salah. dari awal kamu mengajakku keluarpun itu adalah hal yang aneh. lantas apalagi ini.

"aku menjelaskan pada wanita itu, bahwa aku telah mempunyai wanita. dan wanita itu adalah kamu."

"..." kembali aku tak bisa berkata, mungkin mukaku terlihat sangat aneh, mulut terbuka tanda kaget yang sangat nyata.

"kamu kenapa?"

"tidak. tapikan kita tidak terikat. bagaimana kamu bisa berbicara seperti itu pada wanita itu?

"kita terikat. bukan oleh status, tapi hati kita. hatiku benar-benar telah terikat olehmu, oleh semua hal tentang kamu"

hahaha aku kembali tertawa.

"apa yang kamu tertawakan?"

"kamu bodoh, tuan. apa kamu pikir aku masih mencintaimu?"

"tentu saja. bukan kamu rasanya cepat beralih pada lain hati"

ya benar, kamu tepat sekali memberikan alasan itu, ujarku dalam hati.

"lantas apa yang akan kita lakukan?"

"kamu masih tidak ingin kita terikat secara status?"

"..."

"sudahlah, maaf jika pertanyaan itu membuatmu tidak nyaman. kita jalani seperti biasa saja, sayang. mungkin suatu saat nanti, disaat kamu benar-benar siap"

"aku siap. tapi apa kamu siap?"

"tentu saja. jadi sekarang kita?"

aku tersenyum .. "iya, tapi jangan lanjutkan kata-kata itu"

"bolehkah aku bertanya?"

"kenapa kamu tidak menjalin hubungan dengan perempuan itu?"

"karena ternyata banyak alasan yang membuat aku jatuh cinta padanya, dan hanya padamulah cintaku tak mempunyai alasan"

"gombal"

hahaha kami tertawa bersama.

***

di pagi hari sebelum pergi ke Bandung Jazz Festival

Friday, September 21, 2012

Homesick



Hari yang hadir terasa lamban dijalani
Ombak kerinduan itu pecah, tertabrak karang kehampaan
Miliaran bulir kerinduan berarak di pantai kesendirian
Elemen lain tak dapat teraba, tertutup olehnya
Sinar kehangatan terasa ada
Iringan syahdunya doa terasa nyata
Cinta kasih masih terbina
Keluarga, segalanya

KITA

di tepi bibir ini kamu menghentikan jari. mengusapnya dengan halus tanpa alas kain ataupun tisu. tapi pandanganmu tetap tak mengarah kemataku. hanya sesekali, untuk meyakinkan bahwa remahan biskuit itu tidak mengotori mukaku yang kau jadikan sketsa dalam otakmu. ya sebagai pelepas rindu dikala jarak itu membentang kembali.

" jadi setelah ini apa yang akan kamu kerjakan"

 ucapmu memulai pembicaraan di petang ini, sambil menuangkan lagi kopi di gelas itu

"akan aku kerjakan tugas rumah itu"

"maksudnya?"

 kali ini mata yang coklat itu menatap dalam mataku, tatapanmu masih sama, hangat.

"iya, aku akan disini. di rumah ini. bersama kamu, mengerjakan semua tugas rumah. dan kita bangun kembali rumah ini dengan normal

ada penekanan dalam kata normal yang aku katakan. kini ekspresimu berubah, entahlah ekspresi macam apa itu. kamu pandai sekali menyembunyikan apa yang kamu rasakan. seperti lima tahun lalu ketika aku memutuskan untuk mengambil pekerjaan itu. ketika bentangan jarak itu ternyata harus hadir dalam biduk rumah tangga kita, yang kamu lakukan hanya tersenyum. senyum yang tak jelas artinya, aku tak berani meraba dan menerka. aku takut dengan rabaan dan terkaanku sendiri. yang aku tau, kamu rela melepasku. padahal umur pernikahan kita pada saat itu baru menginjak hari keenam. aku pun berusaha menepis segala praduga keji yang terkadang menempel dalam benakku. kamu hanya tersenyum dan mencium keningku pada saat di bandara, mengelap butiran air mata yang jatuh dari mataku.

"kenapa? apakah aku alasannya?"

"bukan. alasannya adalah karena KITA, bukan kamu ataupun aku"

"apakah kamu akan bahagia melepasnya?"

"tentu, kenapa tidak. apakah kamu tidak senang?"

kamu bangun dari tempat duduk itu, tanpa aba-aba kamu pun langsung memelukku, hampir aku terjengkang jatuh dari kursi. kali ini matamu begitu dekat. sangat dekat. keningku pun langsung kamu daratkan ciuman. ciuman yang biasa aku dapatkan hanya tiga kali dalam satu tahun, kini aku bisa mendapatkannya ribuan kali dalam sehari. itulah yang aku suka darinya, ciuman di kening, sederhana.

"maaf ..." ucapku lirih

dia melepaskan pelukannya, menarik kursi ke dekatku dan menuankan kembali kopi ke gelasnya.

"minum ini sayang, hilangkan kata yang baru kau ucapkan itu. aku menikahimu bukan karena aku ingin memilikimu. aku menikahimu karena aku ingin melihatmu bahagia. Dan aku ingin, akulah penyebab kamu berbahagia itu. bukan yang lain."

kali ini, akulah yang beranjak dari kursi dan memeluknya. aku terus memeluknya, aku tak ingin melepas laki-laki ini. air mata pun turun membasahi pundaknya. aku merasa sangat bersalah.

"jadi, apa kau tetap akan meninggalkan pekerjaan yang kamu sukai itu?" bisiknya

aku mengangguk. entahlah kamu mengetahuinya atau tidak. kamu melapaskan pelukanku. kamu memegang pundakku dan mengangkat wajahku yang menunduk membuncahkan air mata.

"apa kamu akan bahagia di rumah ini?" matanya menatapku menenangkan. 

"iya, karena penyebab kebahagian itu ada disini, disini, dekat sekali denganku." 

aku pukulkan jari telunjukku ke dadanya sambil berusaha tersenyum.
 kamu memelukku lagi, menenggelamkan wajahku di dadamu yang tidak terlalu bidang itu. aku pun sedikit mendongak ke arah wajahmu, aku melihatnya, iya melihatnya, seberkas senyum yang aku tau artinya, kamu bahagia. senyum itulah yang telah lama hilang sejak kita menikah sayang, semoga senyum itu tetap ada di wajahmu, selamanya, sampai kita terpisah karena waktu yang menghentikan usia kita. tetap penuhi wajahmu dengan senyum itu sayang, senyum yang aku tau artinya.



***

Wednesday, September 19, 2012

Berhenti

Berhenti di titik yang memiliki percabangan yang tak terkira, harus benar-benar bisa memilih karena semua cabang berujung. Ya, ujung yang sama, kematian. Hanya saja perjalanan untuk mecapai ujung itu berbeda-beda setiap cabangnya. Itulah yang sebenarnya kita pilih. Akan berproses menjadi apa kita. Ketika kita sudah memilih cabang itu dan mulai melakukan perjalanan di dalamnya disitulah kita tahu bahwa yang terpilih itu memang yang terbaik atau yang harus dibaikkan. Akan sangat tersiksa menjalani kehidupan yang harus selalu dibaikkan, karena tentu kita bukanlah makhluk tanpa ego dan nafsu. Memikirkan bahwa hal yang terjadi dalam cabang itu adalah yang terbaik pun sulit. Terkadang pemikiran semacam itu mengangkasa, tidak ada pada otak kita.

Sedang merasa dibodohi oleh sesuatu yang bernama kerasionalan. Sedang merasa ditipu oleh hal yang bernama perasaan. Semua hal yang terjadi memang fluktuatif. Karena sekali lagi, ego dan nafsu itu manusia memilikinya. Dua hal itu adalah variabel yang membuat kehidupan menjadi sangat fluktuatif dan berbumbu drama.

Percabangan itu diciptakan karena yang Maha Menciptakan yakin makhluknya dapat memilih yang terbaik, bukan memilih cabang yang selama prosenya harus dibaikkan, mungkin, karena Pencipta itulah yang tau. Dan benar saja, tidak ada yang sanggup hingga ujung menjalani dua cabang sekaligus. Menjalani cabang yang dirasa terbaik dan cabang yang harus selalu dibaikkan. Yaa, makhluk ini hanya bisa merasa , karena tentunya yang benar-benar tau terbaik atau tidaknya adalah Pencipta. Seharusnya dengan mudah saja memutuskan untuk mengakhiri perjalanan di cabang yang harus dibaikkan. Tapi sulit. Dan ketika hal itu mulai direncanakan, hal-hal yang tersembunyi pun menguak, meluncurkan segala kebimbangan.

Turunkan tanganMu untuk menunjukkan bahwa hal apapun nanti adalah sesuatu yang memang Engkau putuskan terbaik bukan hanya yang dirasa terbaik. Dan bantulah untuk menghentikan perjalanan pada cabang yang harus dibaikkan, karena energi yang terserap begitu besar, takkan sanggup bertahan lama, bahkan mungkin takkan sanggup hingga ujung, akan mati sebelum kematian.

Berhentikan pada satu titik lagi. Karena titik yang lalu sudah terlewat. Dan ketika titik itu datang kembali, hanya akan terpilih satu cabang, yang dirasa terbaik, dan semoga tidak keliru.





*pengen keluar jadi anak pemerintahan TT.TT

Tuesday, September 18, 2012

merindu


Hanya suara dan kata-katanya saja yang begitu jelas nyata
dan cinta serta kasih sayangnya yang tampak sekali terasa
merindukan rengkuhan, kecupan, dan peluknya


Hanya Lakukan

Deburan ombak itu masih terdengar di selasar cottage tempatnya berdiri sekarang. Bintang pun menemaninya. Namun, bulan rupanya malas keluar malam ini. Tak hanya bintang, rupanya secangkir coklat panaspun menemaninya sekarang .
“ belum tidur, vent ?”sapa perempuan tua yang sekarang menemaninya berdiri di selasar cottage .
“ ohh, iya oma. Oma juga belum tidur ?” jawabnya, sambil berbalik mengecup kening perempuan tua itu.
“ apa yang kamu pikirkan ?” Tanyanya .
“ hanya sedang berelaksasi … “ ucapnya, sambil memejamkan matanya dan mnarik nafas dalam namun halus .
“ emm … rupanya cucu oma yang satu ini sudah besar . Sudah berani berbohong rupanya . coba ceritakan !”
“ tak ada yang harus aku ceritakan.”
“ baiklah … “
Perempuan tua itupun duduk di kursi yang ada di selasar itu .
tak ada masalah yang selesai tanpa ada usaha untuk menyelesaikannya. Mendengar deru ombak yang merdu, melihat bintang yang bersinar dan menikmati secangkir coklat panas inipun tak akan menyelesaikan masalah yang sedang kamu rasakan. Bertindak adalah satu – satunya cara untuk menyelesaikannya. Tak perlu teori – teori yang membuat hidupmu semakin sempit.  Tak perlu juga pikiran pikiran sempit yang membuat hidupmu semakin gelap.” Khutbahnya malam itu .
Perempuan tua itu berdiri dan kembali masuk kedalam cottage, meninggalkan lelaki itu yang terpaku memandangi coklat panas digenggamannya.






***




Judul

terus menutupi segala sesuatu ketika kita mulai membuka untuk orang lain adalah perasaan yang sangat menakutkan.
perasaan yang melahirkan rasa bersalah berkepanjangan, dan membuat otak pening, lebih pening daripada harus mengintegralkan tiga kali, entahlah, rumus mana yang dapat dipakai logika dan perasaan ketika waktu sudah tak mau lagi berpihak untuk dapat menimbang apakah ini benar atau tidak. apakah kita juga harus mencari validitas dari kerasionalan dan hati kita sendiri?
butuh kemampuan analisis yang tinggi ketika kita harus terus berpikir dan memutuskan.
dia atau yang lain itu hanyalah peran yang mungkin akan terganti lagi dengan kamu, kamu, kamu, yang tersebar di bibumi ini, yang tersebar dalam berbagai ras.
ketika semuanya harus menjadi benar, maka "kebenaran" manakah yang seharusnya ada? bukankah teori relativistik itu berlaku untuk semesta ini? terutama untuk hal-hal yang mempunyai kecepatan mendekati kecepatan cahaya? lalu bagaimanakah dengan perasaan  antara dua insan yang berbeda gender? apakah perasaan itu pun bergerak? apakah secepat kecepatan cahaya? sehingga teori tersebut dapat berlaku dan menjadi kunci  dari jawaban segala permasalaaha hati manusia? apakah teori ini juga yang bertanggungjawab atas adanya perasaan bertepuk sebelah tangan? atau mungkin tidak, karena itu hanyalah kebodohan dari makhluk berotak saja?







*ditemukan dalam bentuk notepad bertanggal 21 april 2012

Monday, September 17, 2012

Bayangan

Bayangan itu nyata. Nyata, senyatanya ada. 
Dan bayangan itu dekat, sangat dekat. 
Karena itulah bayangan selalu hadir untuk yang sendiri. 
Bayangan itu nyata hadirnya di atas hari yang cerah. Walau tak pernah bersuara, bukan menghilangkan nilai. Karena bayangan itu berarti.
 Iya berarti. 
Berarti hidup. 
Tidak, berarti mati juga.
  Sentuh saja, karena bayangan itu ada, begitu adanya. Ketika tak merasakan apapun jangan pernah kecewa. Alirkan saja apa yang dirasa, Bayangan akan tetap memantulkannya. Ketika kecewa yang terasa, itulah pantulan hati yang dirasa. Kecewa pada diri sendiri. Bukan karena bayangan, tapi karena diri sendiri kecewa itu lahir. 
Kecewa karena angan yang tak pernah terdampar pada kehidupan realita yang ada dan dijalani. 
Begitupun jika bahagia yang mengalir ketika menyentuh bayangan. Pantulan dari hati yang dirasa. 
Bahagia karena masih bisa berangan di dunia yang bernama realita.






Journal SPF menanti untuk diselesaikan :)



hanya berjalan

Seperti berjalan tapi tak bertanah ...
Ketika semuanya datang, aku berusaha untuk tetep berdiam .. 
tapi nyatanya, aku mundur
Rasa bahagia ini membuncahkan buliran air mata .. terus terjatuh hingga ke tanah.



AKU KAMU

Hari-hari kemarin AKU benar-benar yakin bahwa perasaan ini sudah steril dari hal yang berkaitan tentang KAMU. AKU pun mencoba membuka hati untuk YANG LAIN. YANG LAIN itu ternyata telah lama menyimpan perasaan itu padaKU. Dan AKU pun belajar untuk dapat menerima YANG LAIN itu. Namun YANG LAIN itu tetap tertutup oleh KAMU. Susah sekali hati ini memilih YANG LAIN. Padahal AKU pun sudah pernah mencapai titik kulminasi atas untuk segala perasaan tentang KAMU. Seharusnya dari titik itu semuanya turun sampai pada posisi nol kembali. Beberapa waktu memang turun, sampai pada suatu waktu titik itu kembali naik. Dan semuanya kembali menjadi tidak stabil. Hati ini terisi oleh KAMU dan YANG LAIN. Tapi tetap saja KAMU egois, KAMU lah yang dominan mengisi hati ini. kenapa KAMU? Kenapa?
Jika saja malam itu AKU berkata TIDAK. Kestabilan ini mungkin takkan tergoyakan. Tapi kenapa malam itu harus YA. Setengah hati ini tentu riang gembira, karena hampir satu tahun tidak lagi mendapat sinyal-sinyal ANEH yang selalu KAMU berikan. Padahal sinyal yang KAMU berikan itu tak pernah jernih AKU terima. Tak pernah AKU mengerti apa arti sinyal itu. Untuk mengartikannya pun AKU ragu. AKU TAK SIAP JIKA MEMANG SEBENARNYA BERTEPUK SEBELAH TANGAN. Ketidaksiapan itu muncul kembali, padahal harus KAMU tahu, bahwa sebelum malam itu AKU MERASA BENAR-BENAR SIAP ATAS BERTEPUKNYA SEBELAH TANGAN ITU. Setengah hati lainnya merasa sakit, karena merasa berdosa pada YANG LAIN. Entahlah, kebodohan ini hanya milik AKU.
Segala hal yang sudah tersterilisasi dari KAMU tercemar kembali oleh sinyal-sinyal yang KAMU berikan. Dan rasa bersalah pada YANG LAIN itu mulai muncul di perasaan ku.  Terserah, ini mungkin berlebihan. Semua pilihan sebenarnya bisa AKU putuskan. Tapi AKU tidak cukup kuat berdiri di atas dua kaki ku sendiri untuk menjalani resiko yang terjadi dari segala keputusan itu. AKU butuh penopang, dan penopang segala halnya itu ya KAMU. Tapi AKU tidak mungkin bersandar pada sumber pencemaran hati ini. karena RESIKOnya adalah AKU akan lebih tercemar dari sebelumnya. Dan untuk mencari penopang lain, AKU belum menemukannya selain Tuhan yang AKU punya.
Melepas keduanya, dan AKU mulai terbang ..
Atau
………………………………………………………………………….
Semua pilihan sulit, dan itu KARENA AKU DAN KAMU tidak mempunyai hati yang transparan untuk dapat saling melihat dan jujur, dan karena AKU DAN KAMU tidak pernah sepakat untuk menggunakan bahasa yang sama dalam mengirim SINYAL.
YANG LAIN itu hanya korban dari skenario yang AKU DAN KAMU mainkan .. karena YANG LAIN mempunyai hati yang transparan, tapi AKU tetap menggelapkan hatiku .. sehingga YANG LAIN tidak pernah tau apa yang AKU rasa.





file di box paling akhir, tentang galau hahaha :D
fantasi galau yang mencekam :D

Sunday, September 9, 2012

Obrolan Kaca

kenapa lo gak pacaran?
emang harus?
iya dong.
bisa yakin banget?
kalo udah sama-sama suka, sayang, trus apalagi?
pacaran tuh ribet, 
kok ribet?
iya dong ribet, banyak aturan.
aturan apa?
gak bisa deket sama orang banyak
maksudnya?
kalo gue deket sama lawan jenis gue ntar si doi cemburu
ya jelas dong
trus kalo si doi deket sama lawan jenisnya lagi, gue harus cemburu. kalo gue gak cemburu ntar dikiranya gue gak sayang. aturan apa kaya gitu. gue sih orangnya nyantai, asal si doi jujur-jujur aja ke gue dia deket sama siapa-siapanya, dan gue juga bakal sama kaya gitu
WHAT? kok lo bisa mikir gitu? emang lo gak bakal cemburu kalo doi kaya gitu?
enggak.
kok bisa?
apa salahnya deket sama orang lain, selagi kita belum nikah ya puas-puasin aja deket sama banyak orang, gak salah kok. waktu tuh gak bakal balik lagi. kenapa kita harus mengkrangkeng hubungan sosial orang lain hanya buat menuhin hasrat kebahagian kita.
terus lu gak bakal nyesel kalo pada akhirnya si doi malah pindah haluan ke yang lain?
teorinya sih gue harus bahagia, bukan nyesel. udah kenal doi aja gue udah bersyukur banget, fase hidup terindah yang pernah gue jalanin
yakin?
harusnya sih yakin
kok jawabannya gitu?
trus mau lo apa?
gak usah pake harus 
kenapa?
Pengharapan pada Tuhan itu hasilnya keyakinan, bukan keharusan untuk yakin.
gak ngerti
 gak harus ngerti. jalan pikiran lo yang nyimpang. dan gue kasih tau, pacaran tuh enak
enaknya?
ada yang nemenin kemana-mana
kok kasian?
kenapa kasian?
emang gak punya temen sampe baru ada yang mau nemenin kemana-mana pas lagi punya pacar doang?
gak usah komen dulu, dengerin aja dulu napa si. pacaran tuh enak tau,selalu ada yang ngingetin kita buat ibadah, makan, minum, bobo, belajar, yang selalu ngasih perhatian, anter jemput kemana-mana, yang ngasih kado kalo ulang tahun.
.....................
kok diem? 
kan gak boleh komen
trus menurut lo gimana?
apanya?
pacaran
biasa aja
kenapa?
karena yang daritadi lo jelasin itu bukan konsep pacaran. tapi pembabuan.
kok jadi lo yang sok tahu gitu?
bukan soktahu, cuma ngelurusin
gimana caranya ngelurusin, pikiran lo aja nyimpang
.................
 





 
 
 
 
 
 
 
 
*ngobrol sama yang di dalem kaca*
 
 
 

 
 
 

berjalan

"berjalan", emang kita berjalan sambil berharap sama Tuhan. toh misalkan suatu saat harus terhenti, itu semua kehendakNya dan pasti terbaik buat kita :) *mengutip*


Menjalani suatu hubungan tanpa status selalu dianggap tidak wajar. bahkan beberapa oknum menganggap bahwa hubungan jenis ini merugikan pihak perempuan. tidak salah memang, karna perempuan selalu mempertimbangkan dengan hatinya yang amat perasa dan terkadang prasangkanya yang lebay. menjalani hubungan tanpa status itu memang susah, perempuan harus legowo, itu menurut oknum yang berpendapat demikian. kenapa harus legowo? ya karena cowok itu lebih gampang berpaling hatinya, apalagi kalo gak keiket sama yang namanya status. jadi kalo gak legowo, kembali perempuan-perempuan juga kan yang sakit hati, galau berkepanjangan.  
disitulah titik permasalahannya, hubungan yang dilandaskan hanya karena status akan sangat menyiksa, karna status itu akan dijadikan senjata, semacam tali (emang tali senjata? ahh lupakan). status itu dijadikan alat pengikat. nah, parahnya kata "pengikat" di sini diartikan dalam kondisi sebenarnya. perintah sana-sini, larangan ini--itu, ahh menyiksa. segala gerak-gerik kehidupannya diikat oleh aturan dari tiap personil pasangan tersebut. 
menjalin hubungan dengan tiap elemen kehidupan itu harus berdasarkan atas asas kenyamanan bukan hanya karena status. ketika kenyamanan itu sudah terlahir, maka kebahagiaan lah yang akan selalu dituai. tidak ada larangan ini-itu, tidak ada perintah sana-sini. tetap menjadi masing-masing individu yang seutuhnya dan seadanya. bukan lagi individu yang diada-adakan. dan yakinlah ketika individu itu sudah merasa nyaman dalam menjalani hubungannya, dia pasti sadar akan dirinya, tanpa perlu lagi larangan dan perintah.
akan tidak bijak rasanya jika status hanya dijadikan tameng agar perempuan tidak sakit hati dan galau berkepanjangan. buktinya ketika sudah berstatus pun tak jarang perempuan sakit hati dan galau berkepanjangan. 
Pengharapan-pengharapan yang diagungkan dan didewakan itu jangan ditujukan pada makhluk ciptaanNya, tapi padaNya lah.  Akan lahir kecewa ketika pengharapan itu kita pundakkan pada makhluk ciptanNya. Dan lahirnya rasa kecewa itu sebenarnya bukan dari orang lain, tapi dari kita sendiri. ya kita sendiri.
Ketika hubungan tanpa status itu harus dihentikan di suatu titik yang sebenarnya bukan harapan kita, maka berbahagialah, karena kita pernah mengalami fase hidup terindah, tidak terkebiri oleh rasa ingin mengikat. membebaskan orang yang kita sayang, itu jauh lebih baik. 

Tapi hubungan dengan status itu akan jauh lebih indah, tidak dengan status sebagai pengikat yang sebenarnya tapi pengikat yang membebaskan :)




Disaat Tuan pingsan di atas ranjangnya :)

Saturday, September 8, 2012

Otak dan Hati

Begini, silahkan berbicara padaku, dengan clue, otak atau hati.
Berbicara dengan otakku, maka kamu akan mendengarkan ini:
Beruntungnya aku menjadi seorang wanita yang tingkat kerasionalitasnnya sangat tinggi. Yaa, jika dibandingkann dengan wanita lain, menurut aku. Titik. Otak aku inilah yang masih menopangku untuk melanjutkan kehidupan. Drama-drama yang ditayangkan didepan mata, membuatku mual dan muntah. Ini sangat teatrikal. Melihat banyak wanita bodoh dan laki-laki bodoh yang terkebiri oleh perasaan cinta yang berlebihan. Melihat drama-drama cinta yang lahir di hidupku sendiri. Aku tertawa keras di dalam otakku. Karena suatu masa aku pernah menjadi wanita bodoh itu.  Untuk apa menangisi hal yang sudah membuat kita sakit, lelah, dan hal buruk lainnya. Itu miris. 
Cinta yang berlebihan. sangat tidak masuk akal. Untuk apa rela menangis untuk orang yang tidak lagi mencintainya. Perkara cinta itu seharusnya mudah, karena cinta itu sederhana.
Tuhan, jujur aku bertanya padamu. Apakah Kau benar-benar memeluk semua doa wanita bodoh itu? Apakah Kau juga membahagiakan lelaki bodoh itu demi wanita yang rela melihat lengkungan senyum di bibir lelaki bodoh itu? Ini semua begitu aneh. Seluruh kerasionalitasan yang aku miliki pun tak bisa mencernanya.
Tuhan, satu pertanyaan yang tak terjawab. Kenapa ada wanita bodoh yang dengan mudahnya menjalin hubungan cinta dengan sangat mudah? Itupun hanya karena gombalan-gombalan busuk yang dilayangkan lelaki bodoh itu.
Entah drama-drama apalagi yang akan aku saksikan dan aku jalani. Satu harapan yang selalu aku harapkan untuk terijabah dan Kau peluk, seperti harapan dari wanita bodoh yang selalu menghujaniMu dengan doa-doa agar lelaki bodoh itu bahagia, adalah aku tetep bisa menggunakan otakku untuk menjalani segala drama yang akan terjadi di kehidupanku.

Berbicara dengan hatiku, maka kamu akan mendengarkan ini:
Begitu mulianya perempuan, dan kemuliaan perempuan itu ada pada kelemahan hatinya. Itu menurutku. Coba sedikit merenung. Manusia dan binatang yang mempunyai kelamin sama dengan perempuan,- sebutan yang biasa manusia simbolkan untuk seonggok daging yang berakal dan menghasilkan onggokan daging kecil berakal hasil perkawinan-, itu mulia. Manusia dan binatang sama-sama bisa menggauli jenisnya, sama-sama bisa bersosialisasi dengan lingkungannya, sama-sama makan dan minum, hanya terbedakan oleh akal. Lantas apakah binatang yang berkelamin perempuan juga mempunyai kelemahan hati? IYA. Itu menurutku, tak setujupun boleh. Seekor ayam yang berjenis kelamin perempuan, akan melindungi anaknya ketika anak-anaknya bermain dan mencari makan. Itu adalah bentuk kelemahan hati. Berbeda dengan ayam yang berkelamin laki-laki, setelah mengawini ayam yang berjenis kelamin perempuan itu dia akan pergi. Seperti tidak terjadi apa-apa. Tak perlu lagi aku mencontohkan kelemahan hati perempuan. Karena hal itu telah banyak kau saksikan sendiri.
*agak melebar, tapi aku hanya ingin menulis itu*
Kelemahan hati yang dimiliki perempuan ini pernah aku rasakan, aku mulia. Tak perlu heran, karena aku adalah perempuan. Segala drama-drama yang aku saksikan dan aku alami pun pernah masuk ke dalam tempat ini, hati. Semua hal yang telah masuk ke hati akan berkembang, membesar. Terkadang aku juga heran, berisi apa hati itu? apakah berisi minyak tanah? dan masalah itu bola karet, sehingga ketika masalah itu masuk ke dalam hati, masalah itu akan berkembang, membesar. Dan itulah yang menyebabkan perempuan sering disebut lebay. Aku pun tak pernah mengerti mekanisme hati bekerja. Sehingga ketika aku mulai mengenal cinta –ah akupun tak mengerti makna dari cinta– dan cinta itu lebih memilih masuk ke dalam hati dan mengendap. Aku menjadi wanita yang tidak pintar. Yang selalu menangis dalam tiap doa, bukan menyesali segala dosa yang pernah aku lakukan. Tapi untuk mendoakan laki-laki yang masuk ke dalam kehidupan cinta yang mulai aku alami. Galau ketika cinta yang aku agungkan ini bertepuk sebelah tangan, gundah ketika mendengar bahwa laki-laki yang aku cintai menjalin hubungan dengan wanita lain. Merasa bingung ketika hatinya dan hatinya yang lain merasakan hal yang sama, kita ada dalam frekuensi yang sama. Merasa terus tersenyum ketika melakukan hal dengannya. Membayangkan bisa tertawa bersama, menertawakan burung yang bisa terbang. Itu semua karena kemuliaan perempuan, kelemahan hati.

Inilah aku, bukan dalam bentuk ada. Akupun sering dibuat jengah dari pertikaian otak dan hati. Kafein itulah yang menghanyutkan segala kejengahan menjadi bentuk kotoran lain yang aku tak mau sebut namanya. Dan aku akan nyaman.
... Merasa menjadi wanita yang bukan wanita, yang kadang bingung untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan cinta.




10:42 am
Ditepi bulan, disaat waktu akan pulang tiba

Friday, September 7, 2012

Travelling dan Karir Akademik

Berbicara tentang hobi dan kesukaan, travelling lah salah satunya. pergi dengan teman-teman ke tempat yang belum pernah dikunjungi dengan tujuan untuk merefresh pikiran dari segala rutinitas yang carut marut dijalani. hobi ini sebenernya sudah lahir sejak gue terlahir. yaa begitulah kira-kira. merasa selalu terpanggil ketika ada ajakan untuk pergi "berlibur". percaya atau tidak dampak dari travelling ini sangat besar untuk karir akademik. hahaha. ini serius loh. emm, karna karir akademik yang lumayan fluktuatif itu jaman-jaman kuliah, jadi gue kasi contohnya karir akademik pas kuliah. semester-semester awal dari semseter 1-4 gue termasuk yang fakir liburan. yaaa, gimana enggak, jama-jaman semester itu gue sok-sokan jadi aktivis KWan. waktu yang gue jalani selama semeter itu rasanya keserep abis buat hal-hal yang gue sendiri gak ngerti. aneh. masuk ke semeter 5 gue coba merubah segalanya., haha lebay. rasa haus akan liburan itu terus menerus membuncah. akhirnya sebelum memasuki semester 5, Jogjakartalah kota yang terpilih untuk dikunjungi. Jogja itu ramah, entah kenapa selalu nyaman berada di kota ini.Tentu, bukan pertama kali gue mengunjungi Jogja, tapi inilah pertama kalinya gue ke Jogja dengan diri gue yang seutuhnya. Gue yang udah tumbuh.
 Mulai lagi berani nyusun skenario buat travelling. memasuki semster 5 di minggu-minggu awal perkuliahan sebuah keputusan besar diambil, travelling di saat hari aktif perkuliahan. travelling yang ini beda, gue ikut acara Charity yang diadain sama sebuah perkumpulan yang dikenal dengan nama Kaki Gatel di sebuah pulau yang termasuk kawasan pulau seribu. Pulau Tidung. Satu Kata, Indah. Pulau Tidung emang Indah banget, pasirnya putih, suara ombak dimana-mana, dan gue SUKA. sebelum dan sesudah tidur, suara ombak selalu terdengar, Tuhan itu Surga :) Fantasi gue langsung beredar .. "suatu saat gue harus punya rumah di pinggir pantai .. gue akan menikmati rumah itu dengan suami tercintah. Di rumah itu gue punya dapur yang menghadap langsung ke pantai. Dari jendela di dapur gue bisa ngeliat anak-anak bermain di pasir dengan ayahnya" ... itu indah sekali lo Tuhan ;) .. Tidung itu penuh Cinta, Cinta pada Sahabat yang Tercintah :)


Selepas Tidung, menjalani biduk perkuliahan pun mulai sedikit berbeda. ada selipan semangat di setiap perkuliahan. Ya, walaupun sedikit. Mulai belajar dengan yang disebut Prioritas. Di sela-sela mengerjakan tugas perkuliahan dan aktivitas lainnya, gue tetep nyusun skenario buat travelling selanjutnya. JOGJAKARTA-BALI-LOMBOK. setelah UAS semester 5 selesai, skenario itu langsung dijalankan. gak tanggung-tanggung travelling kali ini bergaya RANSEL. iya RANSEL. ini pertama kalinya. kendala itu selalu ada, mulai dari masalah keuangan, perijinan orang tua, jadwal kami bertiga yang bentrok, dan segala hal lainnya. tapi disitulah serunya. terlebih lagi di dalam tim itu guelah srikandi tercantik. haha. Untuk masalah perijinan gue selalu punya cara biar kegiatan gue diijinin, gue baru minta ijin ke orang rumah H-2 keberangkatan. SHOCK. tapi apa daya mereka segala hal sudah disiapkan dan mereka cukup demokratis dan pengertian, walaupun kekhawatiran itu muncul. terlebih lagi di dalam tim itu guelah srikandi tercantik *penegasan* haha.

LOMBOK
Lombok itu Indah. WOUW. penduduknya yang ramah dan sangat toleransi.*speechless*

Pantai Kuta
Pasir pantainya kaya merica, gede-gede gitu. warnanya juga gak putih, tapi INDAH. masuk sini gratis,  cuma bayar parkir doang, Rp 2.000 kalo gak salah ..


Pantai Tanjung Aan
Pantai yang paling indah yang pernah ditemuin. pasirnya putih. haaluuuussss banget. masuk ke pantai ini sebenernya gratis, paling cuma bayar buat nyimpen motor doang, sekitar Rp 1.000

Pantai Seger
Pnatai Seger juga Indah dan masih sepi, seperti biasa .. masuk pantai ini GRATIS !!! hanya bayar parkir kendaraan saja.




Pantai Batu Apung
Maksud hati hendak ke senggigi namun apa daya matahari pun tak sampai. haha. rencananya nyari sunset, tapi karena gak keburu jadi berbeloklah ke pantai ini, pasirnya hitam keabuan, tapi lembut banget. di pantai ini juga ada pura batu bolong. sangat nyaman duduk di atas pasir dengan seCup Pop Mie :) karena pantai ini sangat luas, jadi motor pun langsung parkir di pantai, so FREE ! haha


Kunjungan ke beberapa tempat lain di lombok, dan tak lengkap rasanya nyampe Lombok tapi belum makan makanan khas Lombok. Ayam Taliwang .. yum yumm .. :D


selama di Lombok, gue nginep di Hotel Srikandi. tepatnya di daerah Cakranegara. Pusat Kota loh. walopun gitu harga yang ditawarin miring banget, tapi pelayanannya jempolan, pegawai dan pemiliknya ramah banget. aseli. tiap pagi gue dikasi makan nasi goreng, tapi nasi gorengnya ajaib, warnanya merah. entah gue aja kali ya yang norak atau gimana, tapi gue terpesona banget sama nasi gorengnya. Persis di depan hotel ini ada Masjid besar, jadi buat yang muslim jangan takut gak kedengeran adzan, karena dari shubuh, dzuhur, ashar, magrib, dan Isya masjid ini terus menerus berbunyi.

Kapan-kapan mungkin bisa ke lombok dengan pasangan hidup ... hahaha

BALI




Naas mungkin lebih tepatnya ketika nyampe bali, masuk ke daerah Poppies Lane di malam hari cari penginapan dan ternyata GAK DAPET. dari mulai gak cocok harganya sampe gak cocok tempatnya. karena udah capek banget, akhirnya gue dan tim tidur di hotel bintang sejuta (baca: Pantai Kuta). ya, di pantai, beralaskan pasir sebagai kasur, dan langit sebagai atapnya ditambah deburan ombak sebagai musik pengantar tidur. emang si mirip kaya di novel Perahu Kertas, bedanya Kugy ngelakuin itu sama Keenan, pangeran hatinya. nah gue? ya sama-sama dengan orang yang disayang si, my best best best friend :) susahnya di Bali itu adalah nyari masjid dan suara adzan. sunyi bener-bener sunyi. Dari Pantai Kuta gue beranjak ke Pasar Sukowati..                                               
selesai belanja cantik, gue langsung cuss ke Tanah Lot. ahh akhirnya dapet sunset yang indahhh :)










JOGJAKARTA
Nyampe Jogja berasa pulang ke rumah. istirahat di Jogja ini pun banyak cerita. gue serasa kalong, baru keluar kosan yoyo pas malem hari. badan berasa remuk setelah lebih dari 6 hari perjalanan LOMBOK-BALI.

Kembali membahas tentang karir akademik dan hubungannya dengan travelling, di semester 5 ini ternyata karir akademik gue meroket, Indeks Prestasi di atas 3,5 .. itu sesungguhnya yang WOUW. dan dengan realita yang terjadi itu teori Ayah gue terpatahkan. Dan teori gue jelas-jelas terbukti, Travelling itu meningkatkan prestasi kuliah. hahaha. sebagai hadiahnya, gue dibeliin kacamata baru .. hahaha makasi Ayah *peluk cium* dan ekstra uang jajan untuk beberapa perawatan yang harus dilakukan setelah terpanggang matahari dan terbanjiri air laut hahaha.

Cerita di semester 6 tentang Travelling? pasti ada .. di postingan selanjutnya deh .. hahaha











© K U P A N 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis