Masih di awal 2015. Seperti tahun-tahun sebelumnya “angka” pada sesuatu yang orang sebut tahun selalu saya gunakan sebagai deadline suatu pencapaian. Pencapaian yang saya tulis biasa saja, iya sangat biasa malah, tapi biarlah. Itu hanya sebagai pengingat bagi saya yang pelupa ini.
Pencapaian yang harus segera dicapai karena bersifat mendesak dan sangat penting di awal tahun 2015 ini adalah merubah sifat saya. Sifat buruk saya muncul di akhir tahun 2014 dan masih terbawa di awal tahun 2015 ini. Sifat apa? Sifat yang sangat manusiawi, karena saya yakin semua orang pun merasakan dan mengalaminya *atau sok yakin? Ah biar*. pemarah, mudah berpikiran buruk, selalu berprasangka negatif, cemburu berlebihan, menyakiti diri sendiri, merepotkan orang lain, dan sifat-sifat lain yang merugikan orang. Dan sumber utama pemicu semua hal buruk itu satu, cemburu. Haaa, saya selalu berusaha menutupinya dan tidak mengakuinya, dan ternyata itu membuat kualitas diri saya semakin buruk. Sangat buruk malah. Saya cemburu atas perubahan yang akhirnya terjadi.
Jangan katakan apapun jika tak sanggup memenuhinya, tidak akan ada yang berubah, itu bohong. Pasti akan ada hal yang berubah, atau pasti semuanya akan berubah. Jangan buat “harapan” akan ke-statisan suatu perubahan. Agak kecewa, tapi saya sedang belajar mengontrol semua sifat buruk saya. Semua energi negatif dari semua aktivitas pikiran saya harus segera dikeluarkan, jika tidak, semua itu akan mengerak dan tertimbun, entah sampai kapan. Timbunan itu akan meledak, atau jika tidak pun pasti akan melumpuhkan.
Pilihannya sekarang adalah, menunggu timbunan energi negatif meledak/melumpuhkan, atau mengeluarkannya perlahan? Keputusan ada di tangan saya. Dan saya memutuskan untuk mengeluarkannya. Caranya? Agak konyol memang, tapi mungkin membantu, googling, iya saya bertanya pada mesin pencari tentang bagaimana mengeluarkan energi negatif dari pikiran, entah kenapa mungkin itu adalah satu-satunya teman yang bisa dipercaya kini. selain itu tentu saya juga membaca buku-buku berkaitan dengan ketenangan pikiran dan jiwa, bukan buku motivasi bapak mario teguh tentunya. Serta berbagi pikiran dengan sang empunya rahim tempat saya tumbuh dan berkembang, Ibu, serta Tuhan pencipta saya.
Awal Tahun yang berat memang, entah mengapa ini adalah tahun pertama saya benar-benar merasa “sendiri”. Tapi yakin, tahun ini akan lebih baik dari tahun tahun sebelumnya. Tahun ini akan banyak keberkahan yang menghampiri. Amiin.
Selamat merancang pencapaian-pencapaian and do it !!!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment