Monday, January 28, 2013

SENYUM

Bahagia itu sederhana. 
Sesederhana kita bisa menghirup udara pagi yang menyegarkan dan menyesakkan. 
Sesederhana sarapan pagi yang ibu simpan di atas meja makan atau masih teronggok di antara tumpukkan sampah-sampah.
Sesederhana segelas susu yang ibu buatkan atau mengais sisa setetes air di antara berserakannya sampah-sampah di kota.
Dimanapun, Bahagia itu sederhana.
Bahagia, maka tersenyumlah.
Senyummu adalah obat kelelelahan orang tuamu.
Senyummu adalah warna dalam dunia. 
Senyummu adalah anugerah untuk sekelilingmu.


Saturday, January 26, 2013

GERIMIS

Kamu tahu kenapa Aku suka hujan dan gerimis?



Karena hujan dan gerimis mengingatkanku bahwa Aku tidak sendirian,
Ada mereka yang turun beramai-ramai membasahi apapun yang dilewatinya hingga mencapai garis batas lapisan pijakan kaki, tanah.
Dengan gerimis Aku belajar tentang kelembutan ... lembutnya air yang turun, yang mencoba menghujam kulit tanganku yang tak berlapis kain, namun gagal, karena bukan hujaman rasa sakit yang Aku terima tapi kelembutan yang membuatku bahagia. 

Gerimis, memang tak sendiri, dan Aku merasakannya ... ramai dan lembut.
Begitupun hujan, hujammannya menembus seluruh pori. Namun tetap, kelembutan dan kesegaran yang pada akhirnya terasa ...


baiklah, aku suka hujan, terlebih gerimis ... 

MUNDUR

Katanya akan baik-baik aja? Kenapa sekarang mundur perlahan?

Karena Aku wanita, yang selalu punya jutaan prasangka.” Aku sunggingkan senyum kecilku, setengah tulus, karena ada luka yang tidak menggenapkannya.

“Kenapa tidak dari awal kamu sesadar ini?”

Dari awal memang sudah sadar. Dan itu adalah tindakan yang begitu sadar. Dan Aku sadar, tak semua wanita berpikir sepertiku, begitupun Kamu.”

Kamu pun tersenyum, “… Ya, memang! Dan Aku begitu sadar dengan keanehanmu ..” Kamu seruput lagi secangkir teh panas yang terus menerus mengepulkan asapnya ke angkasa.

Aku melirik ke arahmu, ada senyum tulus yang benar-benar Aku lihat menghiasi wajahmu, manis. Iya manis sekali. Pantas saja banyak pria yang memujamu, tapi tetap, hanya Kau labuhkan hatimu padanya, lelaki beruntung itu. Andai itupun dapat aku lakukan … andai ..

Ada yang salah? Apa yang kamu lihat?”

Ketulusan dari kepulan asap, tulus membumbung meninggalkan genangan teh yang hangat dan  menyegarkan, menyapu seluruh wajahmu, sungguh tulus … padahal asap itu belum tentu mendapatkan tempat yang layak dan senyaman seperti di dalam segelas cangkir teh itu … iya, nyaman, mungkin! asap itu terus naik ke atas, tanpa takut, walau angin menerbangkannya entah kemana, asap tetap mengikutinya … asap …

Andai manusia pun dapat seperti itu, memasrahkan segalanya kepada sang Pencipta, hanya menerima tanpa memerintah dan meminta… tapi tentu bukan kodratnya, karena manusia tertakdir untuk salah, seperti kamu, mencintai orang yang salah ..”

Tidak ada cinta yang salah, dan tidak ada mencintai orang yang salah …

Ini yang kamu bilang mundur pelan-pelan? … mundur di tempat mungkin istilahnya jika kamu tetap seperti itu.”

Mundur bukan berarti tak berjejak, dan jejak bukanlah kesalahan, karena jejak adalah tanda hidup

Hidup pada kepedihan dan pesakitan adalah bukan hidup, tapi hidup dalam kematian.”


“Jika begitu, Aku telah mengalami hidup dalam kematian yang begitu indah”

“Kamu gila !“

“Aku gila karena mencinta … Dan Aku cinta karena Penciptaku yang Maha Pemurah … Menjadikanku wanita beruntung yang pernah mengalami tuduhan sebagai perusak dan yang ketiga … Aku terima karena kasih dan Cinta sang penciptaku .. Sang Maha Penyayang .” Kembali kukembangkan senyum, mungkin belum genap, tapi hampir mendekati kegenapan ketulusan.

“Dan Kamu berbicara seolah predikat itu yang akan menghantarkanmu ke surga … sungguh , tak pernah habis kupikir.”

“Memang … “

“Mundur perlahan, dan segera balik kanan … maka mundur itu adalah langkah kedepanmu yang utuh, dengan jejak sebagai tanda kehidupannya.

“Akan Aku lakukan denga caraku sendiri .. dan akan aku lakukan semampuku. Karena mulai sekarang Aku tak ingin menyakiti siapapun lagi .. tak ingin, dan itu adalah harapan, yang kadang terwujud, kadang juga tidak. Akan Aku usahakan. Aku tak akan mengganggu kehidupan siapapun lagi … tidak akan. Aku akan menjalani kehidupan sebagai wanita, bukan pengganggu bagi wanita lain. ”

“Dan Aku akan selalu mendoakanmu, dalam setiap langkah dan sujud, gerak dan takbirku. Aku senang melihatmu akhirnya sampai pada titik memikirkan sesama … wanita. Tidak semua wanita sehebat dan sekuat kamu … Dan laki-laki itu cukup bo …”

Penilaianmu tidak cukup kuat. Bahkan cenderung sebagai penyalahan, bukan penialaian. Karena Dia adalah laki-laki baik, yang sama-sama belajar mencinta dan dicinta … hanya saja Aku bukanlah bagian dari masa depannya, maka Aku mundur perlahan …”




Kertas Kosong

Ketika banyak hal yang harus disampaikan hanya susunan kata yang tidak berstruktur yang keluar. 
Kadang keambiguan yang tersampaikan,
Sama halnya ketika menulis, ketika banyak ide yang ingin segera dituangkan, hanya kertas kosong yang akhirnya menjadi hasil.
Semoga tidak terlalu lama …


Tuesday, January 15, 2013

Obrolan Dapur : Cowok Setia

Masuk ke dapur dan gue temukan seonngok daging yang berwujud adik gue lagi ketawa sambil makan di meja makan dan mantengin HP.

"muahahahhaaa ..." 
"apaan si lo dek? makan sambil ketawa"
"liat deh kak PM temen gue."
Selingkuh lagi? Oke Fix. Cari yang setia !
"Apanya yang lucu?" gue bingung ngeliat tingkah adik gue.
"Jadi temen gue yang ini hobi banget diselingkuhin sama pacarnya. Gak cuma sama pacarnya sekarang, tapi sama mantan-mantan yang sebelumnya juga."
"Terus bagian mananya yang lucu?"
"ya itu, Cari yang setia!"
"Gak ngerti gue,"
"Payah banget si lu kak"
"Cepet jelasin!"
"Mana ada cowok di dunia ini yang setia .. bohong!"
"Ada, Ayah!"
"Yakin kak?"
"Iyalah, itukan Ayah kamu juga.. "
"Gini, sekarang kita objektif nilainya, Ayah itu cowok. Dan sebagian besar cowok, eumm semua, eh jangan deh, sebagian besar aja. sebagian besar cowok itu gak bisa menaruh hatinya cuma kesatu cewek .. itukan artinya dia gak setia. Deal kan?"
"Oke. Terus?"
"Dan akan sangat menjadi pekerjaan besar buat kita para wanita buaat nyari cowok yang setia."
"Terus nyari cowok yang gimana dong?"
"Tanggungjawab! Ketika lo pacaran sama cowok, jangan harap cowok lo tuh cuma suka sama elo doang, bisa jadi ada si A, B, C ... ah ngerti lah. Tapi kalo dia tanggungjawab, dia gak bakal nyakitin elo. Karena dia komitmen cuma berhubungan spesial sama elo. Masalah dia suka-sukaan sama cewek lain, ya anggep aja lo ngasih hiburan buat dia. "
"Tunggu, dengan dia suka ke cewek lain, itu juga udah nyakitin gue dong? Apanya yang tanggungjawab?"
"Ah, sempit banget si pikiran lo kak. Komitmen cuma berhubungan spesial sama elo. Ya bebasin aja dia suka sama cewek lain yang penting dia tanggungjawab dengan komitmen cuma berhubungan spesial sama elo."
"Gue kok jadi bingung ... "
"Otak itu buat mikir makannya, . ahh capek gue ngobrol ama elu."
"Loh dek, mau kemana?"
"Ke kamer. Mending ngegame."
"Gue kan masih belum ngerti .. jelasin!"
"Pikir aja sendiri .." 

"Menilai, bukan menghukum atas penilaian yang diberikan. Hanya untuk dijadikan pembelajaran di kehidupan yang terus dijalani, kini dan nanti. Agar tidak lagi kekecewaan yang terlahir."


© K U P A N 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis