Biarkan mereka hidup dalam khayalannya, dan Aku bersamaMu, Tuhan.
Ketika perempuan mengatakan, ”pergilah dengan wanita yang kau cintai”. Atau menemukan pasangannya
berselingkuh, kemudian merelakan untuk lahirnya perpisahan. Perempuan sedang
berada di titik terendah dalam kehidupannya. Titik dimana terdapat rasa bingung
yang berkecamuk, dan rasa sakit yang amat sangat terperihkan. Begitulah
kira-kira deskripsi nyatanya. Tapi tidak selamanya akan di titik itu. Ketika
Tuhan bersamanya, maka perlahan, dia akan kembali naik, meninggalkan titik
terendah yang dia miliki, kembali terus merangkak ke atas. Walau perlahan. Dan
perempuan yang pernah singgah di titik terendah itu akan tumbuh kuat ke atas,
ke titik yang tak terbatas, kebahagiaan. Kebahagiaan sejati, dimana keikhlasan
berbentuk nyata, menerima segala hal yang diberi tanpa ada rasa gundah. Karena
Tuhan besertanya.
Maka berbahagialah ketika Tuhan menempatkanmu pada titik terendah dalam kehidupan, dimana usia pun rasanya tak menerima akan hal itu
Tapi Aku, tetap
tidak tau bagian cerita lain dari perempuan, yang selalu kembali turun pada
titik terendah dalam kehidupannya. Atau
mungkin, memang belum sampai pada titik terendah, sehingga akan tetap turun
hingga mencapai titik dasar. Dan jalannya begitu amat panjang. Semoga Aku bukan
termasuk golongan itu. Dan Aku bersama-Mu, Tuhan.

0 comments:
Post a Comment