Sunday, December 2, 2012

Titik Terendah



Biarkan mereka hidup dalam khayalannya, dan Aku bersamaMu, Tuhan.

Ketika perempuan mengatakan, ”pergilah dengan wanita yang kau cintai”. Atau menemukan pasangannya berselingkuh, kemudian merelakan untuk lahirnya perpisahan. Perempuan sedang berada di titik terendah dalam kehidupannya. Titik dimana terdapat rasa bingung yang berkecamuk, dan rasa sakit yang amat sangat terperihkan. Begitulah kira-kira deskripsi nyatanya. Tapi tidak selamanya akan di titik itu. Ketika Tuhan bersamanya, maka perlahan, dia akan kembali naik, meninggalkan titik terendah yang dia miliki, kembali terus merangkak ke atas. Walau perlahan. Dan perempuan yang pernah singgah di titik terendah itu akan tumbuh kuat ke atas, ke titik yang tak terbatas, kebahagiaan. Kebahagiaan sejati, dimana keikhlasan berbentuk nyata, menerima segala hal yang diberi tanpa ada rasa gundah. Karena Tuhan besertanya. 


Maka berbahagialah ketika Tuhan menempatkanmu pada titik terendah dalam kehidupan, dimana usia pun rasanya tak menerima akan hal itu 



Tapi Aku, tetap tidak tau bagian cerita lain dari perempuan, yang selalu kembali turun pada titik terendah dalam kehidupannya.  Atau mungkin, memang belum sampai pada titik terendah, sehingga akan tetap turun hingga mencapai titik dasar. Dan jalannya begitu amat panjang. Semoga Aku bukan termasuk golongan itu. Dan Aku bersama-Mu, Tuhan.

0 comments:

Post a Comment

© K U P A N 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis