Sunday, April 28, 2013

Otak = Hati

"Emang malem minggu penting banget ya? Sepenting apa sih? Apa semua orang dipentingkan malam minggu? Emang manusia di bumi ini cuma segelintir?"
"Penting. Sepenting malam-malam lainnya. Banyak kok, coba aja cek di BPS"
"Yang penting tuh safety"
"Kok safety?"
"Saya taunya keselamatan paling penting. "Hati" itu bukan di dada. "Hati" itu adanya di kepala"
"Eum, susah ya ngobrolnya kalo gitu."
"Gak perlu diobrolin. Cukup pake "hati" aja"
"Hati kamu kan dikepala, tetep aja beda hasilnya"
"Hati semua orang ya dikepala selain di situ hanya nafsu"
"Masa?"
"Emang fungsi sistem saraf pusat dimana"
"Otak, terus?"
"Ini ilmiah. Segala aktifitas tubuh dikendalikan di otak. Termasuk sensasi yang didalam tubuh ... artinya, "hati" itu ya otak"
"Iya, kalo gitu cowok sama cewek sama? Kan katanya cewek  lebih mentingin hatinya, cowok otaknya."
"Hati is perasaan is otak. Yang dipentingin bendanya sama. Cuma sensansinya yang berbeda. Apa susahnya sih mempelajari setiap keadaan. Jangan diam di comfort zone yang belum tentu baik buat orang lain."
"Gak ngerti. Maksudnya?"

Dalam kondisi seperti ini gue tetep aja disuruh mikir. Mikirin hal yang sangat tidak berkaitan dengan skripsi gue. Setelah tidak ada jawaban dari kaka gue, gue coba menyempatkan waktu gue yang sangat berharga ini buat "ngebaca" lagi fungsi-fungsi otak secara keseluruhan. Dan betapa tercengangnya gue setelah gue membacanya.
Apa yang kaka gue bilang itu bener-bener gak salah, alias bener banget. Otak kita punya empat bagian, yaitu Cerebrum (otak besar), Cerebellum (Otak kecil), Brainstem (Batang Otak), dan Lymbic System (Sistem Limbik). Pada Cerebrum, lo bakal nemuin bagian cerebrum yang disebut Lobus Frontal. Lobus Frontal ini ada di paling depan dari Cerebrum. Lobus ini berhubungan dengan kemampuan membuat alasan, kemampuan gerak, kognisi, perencanaan, penyelesaian masalah, memberi penilaian, kreativitas, kontrol perasaan, kontrol perilaku seksual dan kemampuan bahasa secara umum. Terus ada juga sistem limbik, Sistem limbik ada di bagian tengah otak, membungkus batang otak.  Bagian otak ini sama dimiliki juga oleh hewan mamalia sehingga sering disebut dengan otak mamalia. Sistem limbik berfungsi menghasilkan perasaan, mengatur produksi hormon, memelihara homeostasis, rasa haus, rasa lapar, dorongan seks, pusat rasa senang, metabolisme dan juga memori jangka panjang. Sistem limbik menyimpan banyak informasi yang tak tersentuh oleh indera. Dialah yang lazim disebut sebagai otak emosi atau tempat bersemayamnya rasa cinta dan kejujuran. Carl Gustav Jung  menyebutnya sebagai "Alam Bawah Sadar" atau ketidaksadaran kolektif, yang diwujudkan dalam perilaku baik seperti menolong orang dan perilaku tulus lainnya. LeDoux mengistilahkan sistem limbik ini sebagai tempat duduk bagi semua nafsu manusia, tempat bermuaranya cinta, penghargaan dan kejujuran.

Kontrol perasaan, menghasilkan perasaan, tempat bersemayamnya rasa cinta dan kejujuran, tempat bermuaranya cinta dan kejujuran. BUkankah hal-hal itu juga yang akan kita bahas kalo udah berbicara tentang "hati"

So, guys. Hati adalah Otak. Jadi, sakit hati = sakit otak? Ya gue juga gak tau si, secara gue bukan ahli biologi ataupun kedokteran. Tapi mungkin bisa lo periksain bagian lobus frontal dan sistem limbik otak lo. Hehe ... selamat belajar memaknai hidup :))

Monday, April 15, 2013

Punggung, Aku.

Aku iri pada dada, yang selalu kau busungkan ketika berbicara, sehingga semua orang tau bahwa kamu bagus raga.
Aku iri pada dada, yang selalu kau tatap ketika berbicara pada kaca.
 Aku, hanya si punggung.
 si punggung yang tak pernah Kau tatap ketika berbicara.
si punggung yang hanya menjadi tempatmu untuk menyandar ketika lelah tiba.
Cukuplah Aku, menjadi punggung, yang menahan lelahmu  pada sandaran, ketika ada.

Saturday, April 13, 2013

Corat - Coret | Untitled


“Mas, lagi ngapain? Sibuk? Bantuin aku ya J

“Lagi ngopi sambil nyari prospek. Hari-hari baru nih, tumbenan otak jauh dari ritme kepilotan.”

“Punya temen yg ngerti tentang volcano? Tanyain dong gimana cara ngitung volume material yang dimuntahkan gunung berapi ketika meletus.”

“Ada juga ahli mesin tuh. Dari mesin propeller sampe turbofan. Dia bisa ngitung volume oli.”

“Ahh, cariin artikel buat aku dong. Aku lagi gak bisa ngenet ni.”

“Ogah, sejak kapan kamu kuliah geologi? Skripsinya siapa? Usaha dong! Mahasiswa tuh harus berdarah-darah.

“Bantuin.. bantuin!”

“Bikin masalah tuh aneh-aneh aja”

“Aneh apanya sih? Ayooo dong!”

“Letusan gunung diitungin, itukan suka-sukanya Alloh aja.”

“-___-“

“Kapan lulus?”

“Secepetnya, bisar cepet makanya bantuin.”

Gimana mau jadi sarjana, ngerjain tugas aja gak sepenuh hati. Gak inovatif. Gak penuh dedikasi. Udah gitu mau jadi guru pula, capeee deeehhhh

Punya kakak model gitu, ya Tuhan dosa apa gue. Semoga dia cepet dapet pacar atau calon istri gitu kek, biar mungkin bisa jauh lebih baik lagi. Hahaha. Dan semoga kado buat gue cepet dipaketin (^^)v *salah fokus*
Abis smsn sama kakak gue yang berujung pada obrolan tentang kecelakaan pesawat Lion Air, akhirnya gue mikir. Iya juga ya, selama ini gue ngerjainnya gak sepenuh hati, gak inovatif, gak penuh dedikasi. Dan usaha gue tuh kayanya kurang maksimal.

Tapi kalo dipikir-pikir, gue emang harus dikerasin gitu, gak boleh langsung dikasih-kasih aja, pada dasarnya gue ini “agak manja", Cuma kadang lebih sering berakting “sok kuat”, yaaa namanya juga pencitraan hahaha. Dan dia satu-satunya orang yang selalu ngedidik gue secara “keras.” Basicly, dia baik banget, dia penyayang semua cewek cantik makhluk hidup. Muahahaha.

Yyaaaa …. (^^)9
Kenapa akhirnya gue nulis lagi, gue pengen punya trackrecord tentang perjalanan kuliah gue di semester akhir ini *amiin ya Alloh *, bahwa kadang rasa males disaat kita lengang itu memang jauh lebih besar, dan ketika harus ada dua hal yang sama-sama penting di waktu yang bersamaan, tingkat kefokusan kita itu menurun. Serta, ketika kondisi badan menurun *sekarang gue malah kena radang tenggorokan*  hanya “badmood” yang akhirnya muncul. Intinya, banyak banget godaan dan cobaan buat ngerjain tugas akhir kuliah

Untuk para skripsiwan dan skripsiwati di luar sana, "kalian luar biasaaaaaa !" *tiba-tiba ariel nongol* hahaha. Dan bener juga apa yang teh zeniar  -- my favorite blog’s author – bilang,  Kekuatan deadline itu luar biasa.”  Dan, kalo rekan agen gue bilang, “kuat dong!”

Jangan berhenti membuat deadline ! Dan harus selalu kuat ! Usaha lebih keras lagi, sepenuh hati, inovatif dan penuh dedikasi !




 


Friday, April 12, 2013

Berkhayal

Masih pagi ... menghayal kayanya enak. hmm, bentar, *bikin teh hangat*. Ahh, pagi ini cukup terik.
 
"Bandung, mungkin sudah terlalu bosan menerimaku. Begitupun aku, walaupun banyak hal yang pernah dialami, tapi cukuplah sampai situ. Hanya untuk dikenang saja. Jogjakarta, mungkin tempat yang seru untuk dijadikan tempat selanjutnya. Amiin. *teriak pake toa*. Jika pun tidak *Buka peta, cari tempat yang berpantai indah dan bergunung*, asal bukan Bandung lagi ya Tuhan *Kedipin mata sambil terus mengangkat kedua tangan untuk terus berdoa*. Banyak tempat indah yang Kau ciptakan, giringlah Aku untuk pergi ke tempat-tempat itu, bersama semua kenangan yang akan selalu Aku bawa, menjadi bayangan, agar tak memberatkan."
 
 
Turun ke bumi yang bernama kenyataan:
"Kak, jadi mau lanjut atau mau gimana?"
"Eumm, bingung."
"Ya, asal jangan jauh-jauh dari Ibu lagi."
"Jogjakarta deket lah ya .. hahaha "
Tatapan tajam penuh kata TIDAK di mata Ibu.
 
"Jangan terlalu mengkhawatirkan Aku bu, Aku tumbuh dengan baik di antara jutaan masalah yang menimpaku. Aku kuat karenanya" (^^)v

Tuan Pepaya


Tuan Pepaya, tanjoubi omedetou gozaimasu
Semoga kamu bisa seperti pepaya, yang tumbuh dengan kekar dimanapun, dan berbuah tanpa mengenal musim.

 

Tidak harus menjadi "PALING" untuk selalu "ADA", bukan? 
  SALAM PEPAPI *kedipin mata**tossss*
 
Jadilah agen yang baik ;)
 

Sunday, April 7, 2013

Back to Work

Seringkali, gue harus cemburu sama teman-temen gue yang punya banyak waktu luang. Waktu yang bisa mereka gunain buat mikirin skripsi dan ppl mereka Tapi gue inget kata-kata temen gue, “semua orang punya ceritanya sendiri.” Gue iyakan kata-kata itu. Semua orang punya ceritanya masing-masing. Termasuk cerita tentang skripsinya. Ada yang terus menerus punya progress yang baik, atau ada juga yang masih belum ada progress apa-apa, gue contohnya. Akhir-akhir ini gue emang udah rada gak fokus buat nyelesein skripsi gue, banyak hal yang harus gue pikirin dan banyak kegiatan yang harus gue ikutin, serta daya tahan tubuh gue yang gampang menurun. Miris. Disaat yang lain hanya berpikir tentang skripsi dan ppl, gue harus mikirin skripsi, ppl, dan amanah gue di suatu tempat. Skripsi gue masih jalan ditempat, administrasi buat PPL kadang nyontek  ngeliat keteman sekelompok gue, serta amanah ditempat lain yang belum juga rampung. Semuanya ngawang-ngawang. Nah, ketika semua hal yang harusnya gue kerjain udah bertumpuk, gue mengalami fase yang disebut jengah. Ketika gue udah jengah, gue malah lari dari semua tugas-tugas itu. Gue cari pelarian dengan nulis cerita-cerita fiksi yang gak mutu banget, baca-baca komik, jalan-jalan, ahh pokoknya gue berusaha menghindarinya. Tapi, ketika sampai disuatu titik tertentu (biasanya deket-deket deadline tugas) gue sadar, bahwa semua tugas gue harus dikerjain. Iya, harus! (_ _”). Awalnya, gue pikir sifat pelupa gue yang bakal menghambat semua tugas-tugas gue, tapi ternyata enggak. Gue punya beberapa cara buat ngingetin diri gue sendiri, Pertama, gue ngingetin rekan gue buat ngerjain skripsi, nah disaat itu sebenernya gue lagi ngingetin diri gue sendiri buat ngerjain skripsi. Dan itu terbukti ampuh.  Kedua, gue rajin bikin memo yang gue tempel dimana-mana buat ngingetin deadline tugas-tugas gue.
Sekarang gue pengen berubah, walopun kayanya ini gak gampang. Tapi harusnya emang bisa, karena banyak orang-orang disekeliling gue yang selalu ngasih semangat.  Gue pengen bisa ngebagi waktu dengan baik. Gue gakmau numpuk pekerjaan gue. TITIK. Betapa waktu yang gue punya ini tiap detiknya berharga banget. Gue gak mau nyia-nyiainnya lagi. Nona Pisang (^^)9


Monday, April 1, 2013

Sayang

Hai sayang, aku begitu membencimu. Aku sangat membencimu sayang. Kaget?  Harusnya tidak. Kamu pasti bertanya, atau kamu mungkin akan bersikap biasa saja. Entahlah, aku tak dapat melihat reaksimu langsung setelah membaca ini. Sayang, jika kamu bertanya kenapa aku membencimu, maka aku akan menjelaskannya. Jika kamu tidak bertanya, aku pun akan menjelaskannya. Betapa baikkah aku sayang? Aku membencimu karena kamu telah menyakiti wanita lain, aku pikir hanya aku yang kau cintai. Tapi ternyata tidak, dan parahnya kamu melukainya dengan sangat manis. Sampai kapan sayang? Kasihanilah dia yang mencintaimu dan yang kamu cintai selain aku itu. Untuk apa kamu berbuat seperti ini sayang? Aku ingin penjelasannya. Jelaskan perlahan, sampai aku mengerti alasan semua ini terjadi. Perlahan saja sayang. Aku ingin kamu berbicara :)atau mungkin kamu akan diam saja, tak apa. Jika iya, akan aku simpan getir ini. Dan akan aku simpan kesimpulanku sendiri. Aku menyayangimu sebesar aku membencimu :)
Jangan diam, jelaskanlah semuanya, aku diam bukan karena aku mengerti semuanya, ini terlebih karena aku bingung dengan jutaan tanya dalam benakku. Sayang, bicaralah :)

Sarapan

“Hey bangun! Ayo bangun!” Aku pukul-pukulkan dengan lembut guling yang terbujur kaku di samping badannya.

“Ahhh .. bentar lagi.” Dia tarik selimutnya lagi hingga menutupi seluruh badannya. 

“Sakit ya?” Aku cari keningnya dan menempelkan punggung tanganku.

“Enggak … enggak” Dia berusaha menepis tanganku.

“Tumben …” Akhirnya aku putus asa dan keluar dari kamarnya. Aku buatkan sarapan pagi untuk dia yang masih terkapar di tepat tidurnya. Nasi goreng, hanya itu mungkin yang bisa aku buatkan setelah melihat stok bahan makanan yang ada di dapur. Aku potong beberapa siung bawang merah, bawang putih dan cabai hijau. Setelah minyak goreng yang aku tuang ke dalam wajan sudah panas, aku masukkan semuanya, harum sisiran itu menguap lalu aku masukan dua butir telur. Bunyi yang indah, dan tak kau temukan di tempat lain. Potongan wortel dan sayuran lain pun tak lupuut aku masukkan, nasi sebagai pemeran utama dalam menu sarapan pagi ini masuk dengan brutalnya. Tak ada tambahan kecap sebagai pewarna dan perasanya, hanya gula dan garam sebagai pelezat yang tak merubah warna. Selesai, tak begitu buruk rasanya. Aku alihkan pandanganku mencari bubuk hitam yang selalu menemani pagiku, kopi. Beberapa sendok kopi pun masuk ke dalam cangkir kecil, aku tuangkan air panas dari dispenser di dapur, kepulan asap yang membawa aroma kopi perawan, tanpa gula, susu, dan creamer. Ahh, luar biasa. Nikmat sekali bau dapur ini. Aku susun semuanya di atas meja. Tak ada yang lebih menyahdukan selain mendengar suara kerupuk di waktu sarapan pagi. Aku pun kembali berdiri dan mencari benda yang kumaksud. Tak ada. Ya, mungkin aku harus keluar, ke warung sebelah dan mencarinya hingga dapat. Aku hanya ingin harmoni pagi ini sempurna. Aku dapat! aku pikir akan sesulit penambang emas menemukan berlian, tapi ternyata tidak. Lama sekali dia. Belum juga muncul. Aku kembali ke kamarnya. Pintunya tertutup rapat. Baiklah. Akan aku tunggu lagi di meja makan. Akhirnya dia datang dengan pakaian rapih dan sopan, tidak berlebihan.

“Pagi bu, hari ini sekolah libur. Nanti siang temani aku latihan menari ya?”

“Selamat pagi sayang. Oke.  Pantas, ibu pikir kamu sakit. Capek ya?”

“Iya bu hehe.” 

Dia seperti ayahnya yang tak mau diam. Aku pikir sebagai seorang wanita, biarlah duduk saja di rumah, menunggu suami datang dan mengurusnya. Tapi dia punya pemikiran berbeda. Beberapa kali aku berdiskusi panas tentang segala kegiatan yang diikutinya. Tapi tentu saja, pada akhirnya aku kalah. Aku sering melihat di kakinya muncul biru-biru lebam. Aku pikir dia terjatuh. Tapi ternyata itu akibat kelelahan. Selain tenaga, pikirannya pun selalu terkuras dengan kegiatan di sekolah dan kegiatan di luar. Memikirkan orang lain adalah hobinya. Melestarikan budaya adalah kewajibannya. Dia, anakku yang selalu aku syukuri hadirnya.

“Yaudah yuk sarapan”

Aku ambilkan nasi goreng untuknya serta beberapa buah kerupuk yang aku cari tadi. Suara itu, kunyahan nasi goreng dengan wortel dan sayuran yang tak matang benar, dipadu dengan suara krupuk yang renyah. Harmonisasi yang indah. 

“Mau susu?”

“Boleh bu. Makasi”

Tiga sendok susu bubuk yang tersimpan di dalam toples plastik itu aku tuangkan ke dalam mug yang bergambar sapi merumput. Untuk mengingatkan dia, bahwa susu ini bukanlah susuku, tapi dari sapi yang jelas tergambar di mugnya. Agar dia tau kepada siapa harus berterimakasih untuk segelas susunya di setiap pagi. Pemilik dan pencipta sapi. Aku tuangkan air panas dan aku campurkan seperempat mug dengan air suhu ruang.
Harmonisasi itu semakin syahdu dengan tegukan susu di akhir makannya. Aku terus menemaninya dengan si hitam perawan, kopi hitam panas.

“Bagaimana hariku tidak selalu gembira jika setiap pagi selalu ibu bahagiakan aku seperti ini.” Dia berlari dan memelukku.

Terimakasih sayang.” Aku kecup keningnya.


© K U P A N 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis