Sunday, November 4, 2012

egois

mengerti akan suatu keadaan, harusnya memang. tapi terkadang, rasa egois itu muncul dan menutupi segala rasa lain yang ada pada diri. segala rasa apapun akan tenggelam, terserap oleh rasa keegoisan.

" kenapa harus menjadi penurut kalau menjadi pembangkang jauh lebih mengasyikan?"

" kenapa harus bertanya jika memang bisa langsung kamu lakukan?"

" kenapa harus berpikir ketika bertindak adalah satu-satunya jawaban?" 

" bertindak tanpa berpikir biasanya akan berdampak pada hasil akhir tindakan itu. berpikir adalah satu-satunya cara untuk mereduksi penyesalan di akhir ... "

" di fase kehidupan manusia akan datang penyesalan-penyesalan, penyesalan kebaikan dan penyesalan keburukan "

" apakah itu kata ganti untuk menjawab tidak?"

" ya, tidak berpikir untuk melakukan."

" kenapa?"

" semakin banyak berpikir, kening ini semakin berkerut. kerutan yang sangat jelas di wajah akan membuat manusia semakin tua. terlebih wanita. jika sudah sampai batasnya kerut itu tak lagi dapat dihilangkan, maka habis sudah masa bercintanya. "

" sebesar apapun kamu menolak akan hadirnya penyesalan, disaat itulah kamu sedang mengalami penyesalan terdalam"

" kenapa kamu harus terlalu sok tau tentang segala kehidupan ini. segera menyingkir dari pahaku atau kematian akan segera mendatangimu. tapi mungkin kematian di pahaku akan lebih baik."

aku layangkan modul fisikaku hingga menimpa lalat yang sedang bertengger di pahaku. mati. Einstein pun tersenyum. satu penduduk dunia dalam bentuk lain telah musnah dari muka bumi. dan aku senang. jijik, itu lalat. dan aku sangat tidak menyukainya.


0 comments:

Post a Comment

© K U P A N 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis