Finally, semua beban selama 10 bulan terakhir terangkat.
Pundak menjadi lebih ringan, dan sedang dipersiapkan untuk menerima beban
selanjutnya.
Kehidupan yang baru. Rasanya ingin semuanya baru. Memulai
kehidupan baru lagi, dengan orang-orang
baru. Sempat berpikir ingin menghapus masalalu, tapi sulit. Tidak ada yang bisa
dihapuskan. Menghapus masalalu berarti menghilangkan bagian dari diri kita yang
sekarang. Karna Kita yang hari ini
terbentuk dari kumpulan masalalu, yang menyenangkan, menyedihkan, bahkan
menyakitkan. Kita hari ini adalah hasil olahan dari sikap terhadap masalalu. Menjadi
bodoh seperti aku pun adalah hasil dari sikap terhadap kumpulan masa lalu.
Menjadi bodoh? Iya tentu saja bodoh. Aku tak sepintar wanita lain. Tapi sikap
bodohku selalu diartikan bahwa aku adalah wanita kuat. Aku memang kuat. Kuat
dalam menjalani kehidupan yang bodoh.
Terimakasih Bandung atas empat tahun sekian bulan ini. Aku
yang sekarang pun terbuat dari kenangan bersamamu. Aku ingin sangat jauh pergi darimu, kenangan bersamamu yang aku
bisa sebut sebagai masalalu. Tapi apadaya, jika akhirnya aku harus kembali dan terseret
memasuki kenangan yang dulu pernah menjadi masalalu.
Terimakasih semua. Aku benci perpisahan. Aku sangat benci.
Aku benci harus memulai kehidupan yang baru lagi. Tapi aku akan menjalani hal yang
aku benci, agar tidak ada kebodohan yang akan aku jalani dalam tahap
selanjutnya.
Aku benci memulai hal yang baru. Aku benci ketika harus
mulai belajar mengenal teman-teman TK-ku. Akan aku bandingkan mereka dengan
teman bermain di rumahku. Akhirnya aku mengenal mereka. Lalu masuk kembali pada
posisi yang aku benci. Aku benci
perpisahan dengan teman-teman TK-ku. Dan aku memulai kembali menjalani hal yang
aku benci, mengenal yang baru, teman-teman SD-ku. Akan aku bandingkan mereka
dengan teman-teman TK-ku. Akhirnya aku mengenal mereka. Lalu masuk kembali pada
posisi yang aku benci. Aku benci perpisahan dengan teman-teman SD-ku. Dan aku
memulai kembali menjalani hal yang aku benci, mengenal yang baru, teman-teman
SMP-ku. Akan aku bandingkan mereka dengan teman-teman SD-ku. Akhirnya aku
mengenal mereka. Lalu masuk kembali pada posisi yang aku benci. Aku benci
perpisahan dengan teman-teman SMP-ku. . Dan aku memulai kembali menjalani hal
yang aku benci, mengenal yang baru, teman-teman SMA-ku. Akan aku bandingkan
mereka dengan teman-teman SMP-ku. Akhirnya aku mengenal mereka. Lalu masuk
kembali pada posisi yang aku benci. Aku benci perpisahan dengan teman-teman SMA-ku.
. Dan aku memulai kembali menjalani hal yang aku benci, mengenal yang baru,
teman-teman KULIAH-ku. Akan aku bandingkan mereka dengan teman SMA-ku. Akhirnya
aku mengenal mereka. Lalu masuk kembali pada posisi benci. Aku benci perpisahan
dengan teman-teman KULIAH-ku.
sumber gambar: google

0 comments:
Post a Comment