Inilah aku hari ini. Berjalan tanpa beban. Berjalan tak bertujuan, namun senang. Biarlah begitu. Tanpa tujuan hati ini, terus melayang dan senang diterbangkan. Melangkah dengan senyum terkembang. Tak ingin memisahkan, hanya ingin melihat yang dipersatukan senang. Sebebas ini, tidak hanya merpati yang memiliki, tapi hati dan jiwa ini. Perlindungan-Mu Tuhan, tiada lain. Kuasamu. Aku takluk oleh-Mu.
Kadang aku begitu terlena, kadang akupun dibuatnya murka. Oleh apa? Oleh jerat hati yang tidak membebaskan luka. Sakit yang menimpa. Ah, nostalgia. Iya, itu lama. Beberapa waktu sebelum kini.
Silahkan Kau atur apa yang Kau mau. Aku siap! Akan apapun kini. Bukan hanya ikrar di bibir, tapi dalam sebuah kesadaran yang sangat dalam.
Aku wanita, yang bukan wanitamu.
Aku bukan wanitamu.
Aku wanita penunggu
Bukan pengganggu.
Aku kini
Bukan Wanitamu
Wanitamu kini
Bukan untuk dimadu
Namun menjadi candu rindu
(sumber gambar: google)

0 comments:
Post a Comment