Dengan atau tanpanya, hidup memang harus berjalan. Tapi tentu dalam empat malam terakhir ini Aku tak lagi menemukan sebuah ketenangan dalam malam. Pagi, Siang, senyumku nyata berkembang. Tapi tidak untuk malam. Malam yang selalu menyelimutiku dalam kesendirian, bukan untuk menghangatkan, tapi membelitku dalam kesesakkan.
Ingin segera kusudahi, tapi nyatanya sulit berhenti. Entah apa ini. Doa, menjadi pilihan terakhirku untuk menggugurkan segala rasa yang membelit hati. Hanya itu.
Dan untuk yang tak berkabar, segeralah. Ada yang menanti dalam keheningan malam, dalam tiap doa yang dipanjatkan pada Tuhan yang kita akui sama.
Dan untuk yang berpulang, bersihkanlah. Bersihkanlah segala salah dan timbanglah segala kebaikannya. Peluk mereka Tuhan. Sehangat pelukan sinar mentari pagi dan cahaya senja yang meneduhkan.
~ Peringatan Tujuh Hari Kepulangan Ibunda Cahyo TP (Yoyo) ~
~ Peringatan Seribu Hari Pak De Tercinta, Kamsa ~
