Hai, memasuki masa-masa Ujian Tengah Semester (UTS), fiuuhhh ~ Ujian bertebaran di mana-mana. Tapi, karna gue punya sifat rajin, ya rajin, jadi ya gak masalah si, cuma sedikit penat dengan rutinitas yang gitu banget. hahaha. saking penatnya, gue berusaha buat menghibur diri dengan bikin banyolan-banyolan yang kata gue si lucu, tapi itu selalu jadi gak lucu kalo didenger Ifa. Ahh, selera humor dia tidak terlalu tinggi. Hahahha. Dan pada suatu masa, ceileee , haha maksudnya pada suatu hari di saat perkuliahan Kajian Mekanika dan Termodinamina (Iya, gue kuliah di jurusan Fisika, gak, gue gak pinter, gue cuma ketolong rajin aja, iya rajin, karena gue sadar gue gak pinter TT,TT) gue duduk sebelahan sama Ocha. Materi yang dibahas yaitu tentang Mekanika Fluida. Ketika Yth. Pak Dosen lagi ngejelasin syarat syahnya Dinamika fluida, bahwa dalam Dinamika Fluida dibatasi hanya pada fluida ideal, yaitu dengan ketentuan steady state, irrotational, incompressibel, dan non viscous. Duh, berasa bahan ajar fisika jadinya (--"). Gak ada masalah sebenernya dengan semua kata-kata itu, yang salah cuma satu, otak gue. Ketika dosen ngejelasin bahwa fluida yang ditinjau itu harus non viscous (tidak kental) agar memudahkan pengamatan, karena jika fluida yang ditinjau viscous (kental) berarti ketika mengalir akan ada gaya gesekan, dan akan menghasilkan bentuk energi lain, jadi lebih ribet. Nah, otak gue malah langsung kepikiran sama ingus. Ya ingus. Apa hubungannya? Gue ngebayangin suatu fluida yang viscous itu ingus, bergerak di dalam rongga hidung, dan ada gesekan dengan dinding hidung. Akibat gesekan tersebut muncullah energi termal. Energi termal tersebut yang menyebabkan hidung si orang yang punya ingus memerah. Gue sampaikan pemikiran itu ke Ocha dan gue merasa bangga bahwa dengan cepatnya gue bisa mengaplikasaikan konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari yang kayanya orang lain gak akan mikir sampe situ. Hahaha. Gak hanya ke Ocha, karena sifat gue yang suka memberi (informasi) maka gue sampein juga tuh penjelasan yang fisika banget mengenai perubahan warna pada hidung ketika seseorang sedang Flu ke Ifa dan Nisa. Merekapun terpukau ... eh enggak si, mereka biasa aja (/_\)
Nah, sore harinya setelah kuliah, gue biasa nemenin Sheen (Siswa SD Kelas 5 berkebangsaan Korea) buat belajar. Sore yang cerah itu lagi ngebahas tentang sistem transportasi. Di pertengahan hampir waktu abis Sheen nanya ke gue, "Kak, kenapa kalo orang flu hidungnya merah?". Wadeeziiggggg, rasanya gue seperti tertampar. Dengan mata penuh kebahagian gue jelasin penyebabnya secara fisika, itu kan pikiran kalian? ENGGAK !!! SUMPAH ENGGAK !!! Gue malah bingung mau jawab apa, padahal mulut gue rasanya udah gatel mau ngejelasin pemikiran gue yang fisika banget itu ke Sheen. Endingnya apa? Gue tanya balik ke Sheen tentang hal lain dan gue berniat ngasi jawaban itu di pertemuan selanjutnya. Karena otak gue masih hang.
