Tuesday, January 21, 2014

Taman Khayalan


Terkadang kamu hanya tau apa yang aku sampaikan, bukan apa yang sedang aku rasakan. Tanyakanlah wahai kamu ..

Matahari pulang ke peraduannya, masih di tempat yang sama. Begitupun kamu, pulang ke peraduan, masih di tempat yang sama pula, rumah ini. Kamu seperti matahari sayang, menyilaukan ketika siang, menerangi alam ini, dan terkadang memang membuat jengkel, karena melunturkan make-upku. Dan dimalam hari, kamu tidak mati, sama seperti matahari, hanya bersembunyi ke bagian bumi yang lain. Jika matahari bersembunyi di bagian bumi yang lain, kamupun sama, bersembunyi pada bagian hati yang lain.
Seperti biasa, dan seperti menjadi sebuah ritual wajib, membunuh waktu di sofa ini, hanya kita, aku, kamu, dan sofa. Tidak pada sofa lain, pasti pada sofa ini. Sebuah ritual yang selalu membuatku bahagia tak bertepi, yang selalu melahirkan hormon-hormon kebahagiaan.
Aku duduk, dan kamu menidurkan kepalamu di atas pahaku dengan beralas sebuah bantal sofa. Kamu selalu memintaku untuk menjambak-jambak rambutmu yang tak sepanjang rambutku. Aku pijat pelan kepalamu, karna kamu sering mengeluh kepala terasa berat.
“Satu .. duaa .. happ” Aba-aba darimu. Mata kami langsung tertutup, dan tanganku masih ada di atas kepalamu. “Apa?” tanyamu.
Kosong” Jawabku
“Kosong itu hampa. Hampa itu saat kita jauh dari elemen yang menghidupkan
 
“Pudar”
“Pudar yang selama ini dirasa bukan berarti pudar yang sebenarnya. Bisa jadi pudar itu adalah jalan untuk membukacahaya yang tertutup debu. Dan saat debu itu memudar, maka cahaya indah akan terlihat”
“Gerimis”
“Gerimis itu tak selamanya pertanda hujan. Gerimis bagaikan sahutan dalam hati. Saat hatimu bersautan karena satu hal, belum tentu itu cinta. Cinta itu abstrak. Abstrak seperti hujan. Kita hanya bisa menerka, bukan menentukan.”
“Kamu”
“Kamu? Kamu adalah aku. Dan aku adalah kamu. Hahaha. Kamu adalah kamu. Meskipun kamu adalah kamu, tapi kamu bukan milikmu. Bukan milikku, juga bukan milik yang lain. Kamu tak berhak menisbahkan kamu milik siapa. Karena hanya pemilikmu yang berhak menentukan siapa pemilikmu.”
“Ranting”
“Kadang ranting sering dianggap tak berharga saat pohon tumbuh dan makin tumbuh. Padahal apa jadinya pohon tak beranting? Seperti halnya daun tua. Meski suatu saat hanya mengotori, tapi dijejak-jejak waktunya selalu penuh makna. Ranting yang kecil mungkin tak berguna tapi karenanya pohon menjadi indah. Rasa sayang yang sedikit mungkin tak berarti, tapi karenanya cinta menjadi penuh makna.”
 
“Angin”
“Angin tak pernah bisa kamu lihat, tapi bisa kamu rasakan. Tidak selamanya apa yang tidak kamu lihat itu tidak ada. Akan tetapi tidak selalu apa yang tidak bisa kamu lihat, bisa dengan mudah kamu rasakan. Angin itu isyarat cinta. Cinta yang lembut, yang takkan pernah terlihat oleh siapapu, tapi hanya bisa dirasakan oleh hati yang terbuka terhadap kepekaan.”
“Ombak”
“Ombak bisa membuat jiwamu menemui titik ketenangan. Saat ombak menari di bawah jingganya mentari, dengan matamu, jiwamu bisa melayang. Tapi saat ombak mengamuk, dan kamu tak bisa mengendalikannya, maka semua keindahan itu hanya mimpi buruk. Hidup ini juga begitu. Apapun, saat kita tidak bisa mengendalikannya maka semuanya hanya mimpi buruk.”
Aku belum menemukan hal lain … dan berakhir, ketika aku merasakan bahwa kepalamu sudah tak lagi pada posisi semula, merangkak naik hingga bibirmu setara dengan keningku, satu kecupan yang selalu membangunkanku dari berkhayal.
Kamu tidurkan lagi kepalamu. Kini, kami memandangi televisi yang sejak tadi kami abaikan.
“apakah kamu tidak pernah merasa bersalah, sedikitpun, padaku?” tanyaku mengganggu suara presenter reality show itu. Kamu segera bangun, dan duduk mensejajarkanku.
“salah? Seperti memikirkan wanita lain selain kamu?”
“tidak. Aku tahu, hal itu akan sangat sulit aku cegah, dan aku maklumi itu.”
“ … “
“Sekian lama, aku terbiasa sendiri, tanpa menggantungkan apapun pada orang lain, kecuali orangtuaku. Dan kamu dating, memporakporandakan semua itu. Kini aku takut sendiri. Aku sudah tak terbiasa sendiri. Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku.”
Kamu tersenyum. “jangan pernah takut. Aku tak akan benar-benara meninggalkanmu sendiri. Akan ada yang menemanimu. Walaupun bukan aku wujudnya.”
Entah mengapa, kata-katamu membuatku terisak. Air mata tak hentinya turun dari mataku.pelukan itu yang masih sangat terasa.
***
Empat puluh tahun aku dan kamu mengarungi kehidupan pernikahan. Dan inilah waktu yang selalu membuatku menangis ketika membayangkannya. Aku tahu kamu bahagia. Dan benar, kau tidak membiarkanku sendiri. Ada anak-anak kita yang menemaniku dalam kesendirian. Tapi sudah tidak adalagi taman khayalan yang kita buat. Sudah tidak adalagi yang menyadarkanku jika khayalanku sudah terlalu jauh. Sudah tidak adalagi penyadaran itu, kecupan hangat di keningku.

 
- AGEN PEPAPI -

Sambutan Tuan Rumah

Yihaaa, 2014 !!! Happy New Year, geiz. Hahahaha ini sumpah telat banget. Ah tapi biarin, mending telat kan daripada enggak samasekali. *Ditimpukin duren montong tanpa kulit, nyaaam*
Sumber gambar : google
 
Ini postingan pertama di tahun 2014 !!!
*beresein kerah dan lap-lap layar laptop pake kerudung*
Memasuki tahun 2014, begitu banyak air mata yang tumpah ruah di negeriku Indonesia. Iya, pasalnya di beberapa daerah termasuk kota lahirku tercinta terendam oleh air yang entah datangnya darimana, sekarang coba kita merenung darimana datangnya air malapetaka itu *merenung dan ketiduran*
Ternyata gak cuma banjir geiz, Gunung Sinabung yang gagah itu sedang menunjukkan keperkasaannya. Sedih sungguh sedih. Banyak sekali saudara-saudara kita yang sedang merana dan menderita, semoga mereka tetap diberikan kebahagiaan dan tentu saja ketabahan yang sangat sangat banyak.
Sebagai pemudi yang baik hati *ekhem* saya ingin sekali membantu mereka. Buat kalian yang punya jiwa penolong seperti saya *buahahahahaa* dan ingin membantu korban-korban banjir dan gunung meletus kalian bisa ikutan charithy yang diselenggarain oleh orang-orang baik yang tinggal di luar sana. Buat kalian yang tinggal di jakarta, kalian bisa banget tuh nyumbang dengan cara ikutan charity yang dibuat sama Payung Teduh. Selain kalian ngebantu, kalian juga bisa dihibur sama artis-artis pengisi acaranya, kayanya bakal ada Glen F, Monita, dan orang-orang baik lainnya. Sedangkan buat kalian yang tinggal di Jogja, kalian bisa ikutan charity yang dibuat sama Endank Soekamti. Betapa banyak kepedulian yang akhirnya terlahir dari banyaknya bencana yang terjadi di negeri ini.
 
Terakhir, selamat menikmati tulisan-tulisan yang dibuat dengan hati ini namun tak pernah menyentuh hati pembacanya hahahaha.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
© K U P A N 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis